Mitra Adiperkasa (MAPI) Tambah Gerai Flying Tiger, Bagaimana Target Harga Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) kembali membuka gerai Flying Tiger Copenhagen di Grand Indonesia Shopping Mall.Gerai tersebut merupakan yang ketiga di Indonesia setelah perseroan mendapatkan eksklusif penjualan bran Flying Tiger Copenhagen asal Denmark tersebut.
Perseroan sebelumnya telah membuka dua gerai di Lippo Mall Puri dan Supermal Karawaci pada awal Oktober.COO Divisi Fashion Mitra Adiperkasa Michele Wibisono mengatakan, penambahan gerai baru Flying Tiger Copenhagen semakin memperkuat komitmen MAP untuk menghadirkan lebih banyak produk gaya hidup yang unik, inovatif dengan harga terjangkau kepada khalayak yang lebih luas di Indonesia.
Baca Juga
Saham Mitra Adiperkasa (MAPI) Direkomendasikan Beli, Simak Analisa Ini
“Saya yakin dengan komitmen dan keunggulan MAP di pasar ritel Indonesia, gerai baru Flying Tiger Copenhagen akan mendapatkan posisi yang penting dalam pengembangan brand secara global,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Flying Tiger Copenhagen Martin Jermiin mengatakan, Indonesia memiliki potensi pasar yang sudah terbukti. “Kami yakin kehadiran Flying Tiger di Indonesia akan menambah portofolio Flying Tiger Copenhagen di pasar Asia> Kami sangat antusias untuk memperluas kehadiran brand ini di pusat ritel Indonesia ,” terangnya.
Sebelumnya, Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya sebelumnya mempertahankan rekomendasi beli saham MAPI dengan target harga Rp 2.500, meskipun laba bersih hingga September 2023 merosot 5% menjadi Rp 1,48 triliun.
Baca Juga
Analis Sucor Sekuritas Anmol Sandhwani mengatakan, rekomendasi tersebut sebagai antisipasi peningkatan kinerja keuangan pada kuartal akhir tahun ini, menyusul ekspansi gerai dan kenaikan permintaan pasar jelang periode akhir tahun.
Apalagi, terang dia, berdasarkan data kuartal IV setiap tahun berkontribusi sebanyak 29% terhadap total laba bersih sepanjang tahun emiten ini. “Dengan kondisi tersebut, kami optimistis terhadap laba bersih perseroan senilai Rp 2,08 triliun tahun ini atau turun tipis dari raihan tahun lalu,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

