Menilik Visi Misi Bakal Capres dan Cawapres di Bidang Ekonomi
JAKARTA, Investortrust.id - Tiga bakal capres dan cawapres yang berlaga di Pilpres 2024 memberikan perhatian lebih kepada sektor ekonomi. Hal itu setidaknya tercermin dari dokumen visi dan misi yang telah disetorkan tiga bakal capres-cawapres ke KPU beberapa waktu lalu.
Tiga bakal capres-cawapres, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga menjanjikan bakal menjalankan sederet program yang berkaitan dengan ekonomi.
Hal yang wajar mengingat Pemilu 2024 digelar di tengah perekonomian global yang sedang tidak menentu. Ketiga bakal capres tentu akan menjanjikan program-program yang diharapkan dapat membawa Indonesia melewati krisis global. Selain terkait kondisi global, berbagai program ekonomi yang dijanjikan ketiga bakal capres dan cawapres bertujuan mewujudkan Indonesia Emas 2024 dengan memanfaatkan bonus demografi.
Baca Juga
Singgung Makan Siang Bersama 3 Capres, Jokowi: Jangan Sampai yang di Bawah Masih Ribut
Berikut adalah visi dan misi bakal capres dan cawapres di Pilpres 2024 di bidang ekonomi:
Prabowo-Gibran
Dalam dokumen visi misi, bakal capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyatakan target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di angka 6% hingga 7% mulai tahun 2025. Pasangan yang diusung empat parpol parlemen, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat serta didukung lima parpol nonparlemen, yakni PSI, PBB, Prima, Partai Gelora, dan Partai Garuda itu menilai target pertumbuhan ekonomi tersebut perlu didukung dengan penguatan peran pemerintah dalam roda ekonomi dan pembangunan bangsa sesuai falsafah Ekonomi Pancasila. Hal itu harus dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan krisis perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Prabowo-Gibran meyakini prinsip ekonomi Pancasila yang mengambil esensi terbaik dari kapitalisme dan sosialisme dapat membuka kesempatan berinovasi dengan kebebasan pasar dengan tetap memperhatikan dan menjamin jaring pengaman sosial (social safety net) untuk masyarakat yang paling lemah. Lima prinsip ekonomi Pancasila itu, yakni ekonomi yang religius dan wujudkan persatuan nasional, ekonomi yang junjung tinggi kemanusiaan, ekonomi yang berpihak pada kepentingan nasional, ekonomi yang egaliter atau sederajat dan kerayaktaan, dan ekonomi yang berkeadilan sosial.
Baca Juga
Usia Capres-Cawapres Digugat Lagi, Jimly: Jika Ada Perubahan Berlaku di 2029
Prabowo-Gibran yang mengusung visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” memiliki delapan misi Astacita, 17 program prioritas, dan delapan program hasil terbaik cepat.
Pada poin dua Astacita, Prabowo-Gibran berjanji akan memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Kemudian pada poin tiga Astacita, pasangan Prabowo-Gibran berjanji meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. Selanjutnya, pada poin lima, Prabowo-Gibran menyatakan akan melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Prabowo-Gibran mempunyai delapan program hasil terbaik cepat yang salah satunya akan mendirikan badan penerimaan negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 23%.
Sektor ekonomi juga tertuang dalam 17 program prioritas, yakni memberantas kemiskinan dengan menurunkan angka kemiskinan ekstrem menuju 0% dan kemiskinan relatif dengan target di bawah angka 6% pada 2029.
Prabowo-Gibran juga akan memeratakan ekonomi yang akan berdampak untuk berbagai kalangan masyarakat, melakukan penguatan UMKM, dan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prabowo-Gibran juga berjanji akan melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasis sumber daya alam (SDA) dan maritim yang bertujuan membuka lapangan pekerjaan dalam mewujudkan keadilan ekonomi.
Anies-Cak Imin
Pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Anies-Cak Imin (Amin) menyatakan, Indonesia Emas 2024 tidak akan tercapai jika sejumlah masalah utama belum juga diselesaikan. Beberapa masalah utama itu, yakni kualitas manusia yang belum memadai, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan krisis iklim.
Pasangan yang diusung Partai Nasdem, PKB, dan PKS ini memiliki visi Indonesia adil makmur untuk semua. Visi itu diturunkan dalam misi yang disebut delapan jalan perubahan.
Poin pertama misi Anies-Cak Imin, yakni memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air. Poin ini kemudian dijabarkan dalam berbagai program.
Beberapa di antaranya, membuka peluang bagi masyarakat dan komunitas, untuk memproduksi energi baru terbarukan atau EBT dan memasarkannya ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), guna mendorong pertumbuhan EBT, mendorong inovasi pembiayaan EBT melalui berbagai pendekatan, termasuk project development funding, viability gap financing, dan credit enhancement funding, serta memanfaatkan green financing dengan bunga yang kompetitif, dan merealisasikan peluang carbon trading dan bursa karbon guna mendapatkan sumber pendanaan murah dari luar negeri.
Selanjutnya, poin kedua misi Anies-Cak Imin berokus pada bidang ekonomi, yakni mengentaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja. Keduanya juga berjanji berupaya mewujudkan upah berkeadilan, menjamin kemajuan ekonomi berbasis kemandirian dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia berhasil di negeri sendiri dan bertumbuh di kancah global.
Baca Juga
Anies-Cak Imin berjanji menurunkan tingkat kemiskinan dari 9,36% pada Maret 2023, menjadi 4% sampai 5% pada 2029, serta kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada 2026.
Anies-Cak Imin juga berjanji menciptakan minimal 15 juta lapangan pekerjaan baru pada 2025 hingga 2029, serta menerapkan upah minimum pekerja sesuai dengan kondisi daerah tanpa memberatkan para pemberi lapangan kerja.
Pasangan capres-cawapres ini juga menjanjikan mengendalikan inflasi dengan target rata-rata 2% hingga 3% per tahun pada 2025 sampai 2029. Keduanya juga berjanji menjadikan sektor keuangan lebih tangguh dan efisien serta menciptakan kemudahan berusaha. Anies-Cak Imin juga akan berfokus untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi.
Dalam misi selanjutnya, mereka juga akan membangun sumber daya alam, pariwisata, ekonomi kreatif yang berkelanjutan berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasangan berjanji untuk menciptakan tata kelola yang baik untuk BUMN dan UMKM dan memperkuat ekonomi serta keuangan syariah.
Ganjar-Mahfud
Pasangan bakal capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyatakan strategi pembangunan nasional yang mereka rancang bertujuan mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan
Melalui visi menuju Indonesia unggul: gerak cepat mewujudkan negara maritim yang adil dan lestari, Ganjar-Mahfud memiliki delapan poin misi yang dinamakan 8 gerak cepat Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Pada poin tiga misi mereka, pasangan yang didukung PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura ini akan mempercepat pembangunan ekonomi berdikari berbasis pengetahuan dan nilai tambah.
Dalam penjelasannya, Ganjar-Mahfud akan menciptakan 17 juta lapangan kerja baru dan kemudahan berusaha bagi UMKM. Mereka juga berjanji menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan dan regulasi kepastian hukum terkait penempatan rakyat sebagai pusat kegiatan berusaha. Selain itu, Ganjar Mahfud berjanji akan mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% agar Indonesia keluar dari middle income trap secara inklusif.
Hal itu dilakukan dengan meningkatkan peran koperasi dan UMKM, mendukung usaha baru di seluruh wilayah Indonesia, pemanfaatan infrastruktur, ekonomi digital, pengelolaan ekonomi hijau-biru, serta pertumbuhan industri manufaktur di 7,5% sampai dengan 8%. Optimalisasi kawasan ekonomi khusus untuk mempercepat industrialisasi dan investasi.
Selain itu, Ganjar-Mahfud berjanji menyelesaikan pembangunan IKN dengan cepat dan memajukan produksi lokal untuk bersaing di pasar global.
Pasangan capres-cawapres ini juga memiliki misi industrialisasi 5.0 yang didukung oleh inovasi dan kreativitas. Ganjar-Mahfud menyatakan Indonesia memiliki rantai pasokan yang lengkap, mulai dari bahan mentah hingga pasar besar. Mereka juga ingin mengembangkan ekonomi kreatif.
Baca Juga
Survei: Cawapres Gibran dan Mahfud Turunkan Elektoral Pasangan Capres
Ganjar-Mahfud berjanji akan menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama destinasi pariwisata untuk penggerak roda ekonomi, logistik yang murah hingga menciptakan BUMN yang unggul. Tidak hanya hanya itu, Ganjar-Mahfud berjanji menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dan industri halal global.
Pada poin empat misi mereka, Ganjar-Mahfud akan mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi. Hal itu dilakukan dengan melipatgandakan dana desa berkualitas, menyediakan 40% tempat usaha bagi UMKM di lingkungan infrstruktur publik, memperbanyak pasar baru, dan merevitalisasi pasar tradisional, dan lainnya.
Mereka juga berjanji mengurangi kesenjangan ekonomi-sosial karena perbedaan dalam pertumbuhan, pengembangan, dan akses terhadap sumber daya antardaerah melalui redistribusi sumber daya, investasi infrastruktur, insentif pajak, atau dukungan keuangan khusus untuk Papua. Hal itu dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mengurangi kemiskinan, dan memperbaiki taraf hidup warga hingga yang paling membutuhkan.

