Libatkan 7 Pakar Sebagai Juri, Kredibilitas “Best Investortrust Companies” Diakui Pelaku Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Penjurian peringkat emiten, “Best Investortrust Companies 2023.” sedang bergulir. Dewan Juri dan Tim Investortrust.id telah melakukan penilaian emiten terbaik ini sejak awal September 2023.
Seleksi panjang dengan menggunakan berderet kriteria ketat, merupakan upaya Juri dan Investortrust.id, dalam memastikan emiten yang terpilih sebagai kampiun benar-benar terbaik. Bukan hanya dari pencapaian kinerja masa lalu, tapi juga memiliki strategi terbaik dalam menjaga kesinambangan performa kinerjanya di masa datang, baik fundamental maupun kinerja saham.
Penjurian dimulai dengan melakukan penyaringan awal menggunakan 8 syarat. Hanya emiten yang lolos seleksi awal yang bisa masuk daftar untuk diperingkat. Selanjutnya, emiten yang memenuhi 8 syarat tadi dirangking. Pada proses ini juri mencermati satu-persatu rasio kinerja fundamental dan teknikal emiten tahun 2022 - 2023, dengan menggunakan 8 kriteria pemeringkatan.
Dari proses ini muncul 8 emiten berhasil masuk partai final penjurian, sebagai nominator atau calon peraih takhta Best Investortrust Companies 2023, terdiri dari: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mitra Adipekasa Tbk (MAPI), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).
Selain itu, terpilih 11 emiten peraih penghargaan sektor karena memiliki performa kinerja terbaik di sektor masing-masing. Untuk emiten yang baru setahun terakhir melakukan Initial Public Offering (IPO), diberikan Penghargaan Khusus. Penilaian The Best IPO dilakukan dengan mengukur return, nilai emisi dan kinerja fundamental emiten pendatang baru tersebut.
Kembali pada 8 nominator, juri harus memilih 5 emiten terbaik dari nominator tersebut melalui proses wawancara dengan Manajemen Emiten, untuk kemudian dipilih 5 emiten terbaik. Sebagai catatan, penetapan pemenang dilakukan dengan memadukan hasil penilaian atas kinerja fundamental dan teknikal dengan hasil wawancara.
Penilai super ketat menggunakan metode rumit dan ketelitian mendalam menjadi pembeda “Best Investortrust Companies 2023,” dengan pemeringkatan emiten maupun korporasi yang dilakukan oleh lembaga lain.
Persepsi tadi disampaikan oleh sejumlah pelaku pasar modal kepada Investortrust.id.
Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, menyebut “Best Investortrust Companies 2023.” merupakan ajang esensial pasar modal yang wajib dipantau oleh pelaku pasar maupun investor.
“Pemeringkatan emiten ini sangat esensial dalam rangka memberikan booster effect bagi kepercayaan dari para pelaku pasar dan investor, apalagi di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global yang terjadi,” papar Nafan.
Lebih lanjut dikatakan, investor yang telah memegang saham emiten peraih “Best Investortrust Companies 2023” akan makin confidence meski pasar dilanda volatilitas. Sementara untuk investor yang belum masuk ke saham, “Best Investortrust Companies 2023” bisa menjadi panduan dan referensi dalam mengambil keputusan investasi.
Nafan juga mengaku angkat topi dengan 7 orang Dewan Juri "Best Investortrust Companies 2023." Menurut dia, jajaran juri yang terlibat menilai kinerja emiten di ajang ini bukan kaleng-kaleng.
Mereka merupakan para pakar dan profesional di bidang keuangan dan investasi, dengan keahlian yang spesifik. “Ada yang ahli akuntan, brokerange, investasi, ekonom, bahkan investor individu dan wartawan senior, jadi lengkap,” imbuhnya.
Dikatakan Nafan, para juri yang terlibat dikenal berintegritas dan independen, sehingga menjadi jaminan kredibilitas ajang Best Investortrust Companies 2023. “Saya yakin penilaian dilakukan secara fair dan netral, dan hasilnya bisa dipercaya oleh publik. Paling penting ini sudah kredibel, bagi saya integritas tim juri itu sangat esensial,” pungkasnya.
Pandangan senada disampaikan Kepala Riset PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe. Analis senior ini tidak meragukan komptensi, reputasi dan independensi para juri yang melakukan penilaian di ajang ini.
Terlebih kegiatan ini dilakukan oleh Investortrust.id, meski merupakan media yang baru berdiri, Kiswoyo mengaku mengenal para punggawa Investortrust yang dikenal cakap dalam mengolah berita-berita ekonomi khususnya pasar modal. “Menurut saya pemeringkatan emiten ini sangat bermanfaat bagi investor untuk panduan dalam mengambil keputusan investasi,” urainya.
Profil Dewan Juri
Tim juri ‘’Best Investortrust Companies 2023’’ merupakan para profesional, akademisi dan praktisi pasar modal senior dan sudah dikenal kompetensi dan reputasinya di industri. Mereka terdiri dari: Prof. Roy Sembel, PhD (Guru Besar IPMI International Business School) sebagai ketua, kemudian Pemimpin Redaksi Investortrust.id Primus Dorimulu sebagai sekretaris juri.
Sedangkan anggota juri yaitu: Prof. Sidharta Utama, PhD (Guru Besar FEB Universitas Indonesia), Amir Abadi Jusuf (Chairman RSM Indonesia), Budi Hikmat (Chief Economist Bahana TCW Investment Management, Lily Widjaja (Direktur Eksekutif APEI) dan Suheri (Investor Individu).
Berikut profil singkat Tim Juri Best Investortrust Companies 2023:
Prof. Ir. Roy H.M. Sembel, MBA, Ph.D, CSA, CIB.
Roy Sembel dikenal sebagai pakar investasi dan keuangan yang aktif mengajar disejumlah pergurian tinggi ternama diantaranya IPMI International Business School dan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Pernah menjadi Direktur Bursa Berjangka Jakarta dan memegang banyak posisi eksekutif senior di beberapa perusahaan, diantaranya PT Bank Niaga Tbk, McKinsey and Company, dan ABN AMRO Bank di Amsterdam.
Sementara untuk latar akademik, Roy tercatat merupakan lulusan dari J. M. Katz Graduate School of Business (University of Pittsburgh, Pittsburgh, Pennsylvania), The Wharton School (University of Pennsylvania, Philadelphia), The Rotterdam School of Management (Erasmus University Rotterdam), dan IPB Bogor.
Prof. Sidharta Utama Ph.D CA CFA
Dalam ilimu akuntansi, siapa tidak kenal Sidharta Utama, Guru Besar Akuntansi Universitas Indonesia ini bukan hanya aktif di dunia akademik tapi juga menjabat disejumlah perusahaan besar dintaranya PT Astra Agro Lestari Tbk dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Sidartha Utama juga pernah menduduki jabatan birokrasi sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan.
Begitu pula di organisasi profesi, Sidharta dikenal sangat aktif sebagai anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Selain ahli di akuntansi keuangan, Sidharta juga memiliki kompetensi pada bidang Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Keuangan dan Investasi.
Sementara untuk latar belakang akademik, Sidharta Utama tercatat memperoleh gelar Doctor of Philosophy (S3) dari Texas A&M University tahun 1996, dan gelar Master of Business Administration (S2) pada tahun 1990 dari Indiana University. Sementara jenjang S1 tentu saja diselesaikan di Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI).
Amir Abadi Jusuf
Lebih dari 40 tahun Amir Abadi Jusuf mendedikasikan dirinya dalam bidang audit, akuntansi, tata kelola, risk and control, dan berbagai area lainnya terkait management consulting dan advisory.
Chairman dan Chief Executive Partner RSM Indonesia tersebut memegang sertifikasi Chartered Public Accountant dan Chartered Accountant di Indonesia.
Dikutip dari laman RSM Indonesia, Amir tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Kompartemen Akuntan Publik, dan Anggota Dewan Ikatan Akuntan Indonesia, Amir juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pemeriksa Sertifikasi Akuntan Publik, dan anggota Tim Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan Sertifikasi Akuntan Publik.
Jabatan terakhirnya di profesi sebagai Ketua Dewan Sertifikasi dan anggota Badan Pengawas Ikatan Akuntan Publik Indonesia.
Di tengah kesibukannya, Amir meluangkan waktu mengajar di almameternya, Departement Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sejak tahun 1975. TIdak hanya itu, sejumlah jabatan penting pernah dipegangnya di kampus, yaitu Wakil Ketua Departemen Akuntansi di Universitas Indonesia dan sebagai Ketua Departemen Akuntansi di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
Amir tercatat menyandang gelar Sarjana Ekonomi (akuntansi) dari Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Akuntansi dari University of Hawaii di Manoa, Amerika Serikat.
Budi Hikmat
Saat ini Budi Hikmat menjabat Kepala Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management. Berbagai penghargaan pernah diterima Budi, salah satunya Indonesia Best Domestic Macroeconomist dari Asiamoney pada tahun 2003.
Selain itu Budi aktif menjadi narasumber dan menulis diberbagai media massa, serta Dosen Tetap dan Peneliti Senior di Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Budi tercatat meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia, dan MSc (Econ.) dari National University of Singapore. Memegang Izin Manajer Investasi (WMI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lily Widjaja
Lily sangat dikenal di industri pasar modal, terutama karena pengalaman panjangnya dalam industri brokerage. Lily tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Merrill Lynch Indonesia, perusahaan yang terafiliasi dengan perusahaan keuangan kelas dunia BofA Securities.
Selain itu, Lily juga pernah menjabat sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia, serta komisaris di perusahaan efek. Sementara di organisasi profesi, Lily pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia )APEI). Saat ini Lily masih aktif di APEI sebagai direktur eksekutif.
Suheri Lubis
Sebagai profesional senior, Suheri telah malang melintang diberbagai industri. Pernah bergelut di bidang IT lalu menjadi konsultan Business Process Re-engineering, kemudian menjabat sebagai kepala divisi pada beberapa bagian di perusahaan asuransi. Posisi CEO Dana Pensiun Astra dijabat Suheri pada tahun 2016 hingga pensiun tahun 2022.
Saat menjabat sebagai CEO Dapen Astra, Suheri juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).
Selain sebagai profesional, Suheri aktif mengajar sebagi dosen pasca sarjana Universitas Indonesia sejak tahun 2009, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta sejak tahun 2016.
Suheri juga aktif menulis buku serta menjadi narasumber di berbagai pelatihan seperti basic mentality dan service behavior bagi karyawan di lingkungan kerja. Termasuk aktif dalam mengembangkan program untuk mempersiapkan karyawan yang akan pensiun dalam bentuk pelatihan komprehensif agar mereka percaya diri dalam menjalani masa pensiunnya.
Meski tidak lagi menjabat Ketua ADPI, sebagai investor individu, perkembangan pasar modal tetap tidak luput dari pantauannya. Wajar bila pemehamannya terkait nvestasi pasar modal khususnya saham sangat luas.
Suheri merupakan alumnus IPB University Jurusan Mekanisasi Pertanian. Gelar Magister diperoleh dari Universitas Indonesia pada jurusan ekonomi syariah.
Primus Dorimulu
Saat ini, Primus Dorimulu menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera, pengelola Investortrust.id, portal data dan berita ekonomi independen yang fokus pada masalah bisnis, keuangan, investasi langsung, dan investasi portofolio, khususnya pasar modal. Primus sekaligus merupakan Pemimpin Redaksi Investortrust.id.
Sebelum mendirikan Investortrust.id, Primus memegang sejumlah jabatan kunci di BeritaSatu Media Holding (BSMH). Posisi terakhirnya adalah Pemimpin Redaksi Investor Daily. Sebelumnya Primus menjabat sebagai direktur pemberitaan, sekaligus pemimpin redaksi di beberapa media yang dikelola BSMH seperti: Majalah Investor, Beritasatu.com, BeritaSatu TV dan Suara Pembaruan.

