Simak! Lima Kiat Investasi Saat Pasar Bergejolak
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah gejolak tinggi pasar finansial, berbagai emosi seperti kekhawatiran, ketakutan, atau justru peningkatan adrenalin yang mendorong keberanian lebih dari biasanya dapat menggoyahkan komitmen, disiplin, dan tujuan investasi yang sudah direncanakan. Investor juga perlu selalu melakukan diversifikasi.
"Investor harus memiliki strategi yang tepat. Ini termasuk menerapkan prinsip investasi ketika berinvestasi," kata Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga
Tren Harga Bitcoin Alami Penurunan, Analis Jelaskan Alasannya
Berikut ini beberapa prinsip investasi yang baik. Smak penjelasannya,
1.Selalu diversifikasi
Prinsip utama dalam berinvestasi yang harus diperhatikan investor adalah selalu melakukan diversifikasi portofolio. Jangan pernah menempatkan uangmu pada satu keranjang, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi atau apa yang menimpa pada pasar finansial di masa depan.
Diversifikasi bisa melindungi investasi kita dari pergerakan naik turun pasar. Harapannya, ketika pasar bergejolak, tidak seluruh investasi kita terkena dampak dalam besaran yang sama.
2.Rasional an tidak emosional
Ketika pergerakan pasar cenderung naik dan hasil investasi membuahkan hasil, euforia yang terjadi membuat kita tidak berpikir rasional, menjadi lebih berani mengambil risiko lebih dari bisa kita emban. Demikian juga sebaliknya, ketika pasar menunjukkan pelemahan, ada kekhawatiran akan nilai investasi yang berkurang sehingga kita terburu-buru 'lari' dari pasar. Tindakan irasional terkait profil risiko adalah salah satu penyebab umum kegagalan tujuan investasi.
3.Hindari godaan jangka pendek
Dalam berinvestasi, investor memang bisa kapan saja membeli atau menjual portofolio investasinya. Namun jika hal tersebut buru-buru dilakukan, malah membuat kita kehilangan momentum pergerakan pasar, hasilnya malah “boncos”.
Hal ini harus dihindari oleh investor, dengan tetap berinvestasi dalam jangka cukup panjang. Dengan demikian, kita tak akan kehilangan potensi dari hari-hari yang membawa imbal hasil yang optimal di pasar.
Baca Juga
Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2024 Turun Jadi US$ 79,31 per Barel
4.Investasi seharusnya untuk jangka panjang
Pasar finansial akan selalu bergerak naik-turun, tanpa kita pernah mengetahui waktunya secara pasti. Semakin dini kita berinvestasi, semakin lama dan banyak kita memperoleh momentum kenaikan yang terjadi di pasar finansial.
5.Selalu berinvestasi secara rutin
Dengan menginvestasikan dana kita secara berkala, bisa berarti membeli lebih banyak unit investasi dengan harga lebih rendah dan lebih sedikit pada harga lebih tinggi.
Ketika harga naik, memiliki lebih banyak unit investasi dengan cuan tebal dan lebih sedikit unit investasi dengan cuan tipis. Demikian juga ketika harga turun, kita bisa memiliki lebih banyak unit investasi yang merugi tipis, dan hanya sedikit unit investasi yang merugi banyak.
