'Expect the Unexpected', Siapkan Keuangan untuk Kondisi tak Terduga
JAKARTA, investortrust.id - Tidak ada yang bisa memprediksi terjadinya force majeure atau keadaan yang terjadi di luar kekuasaan seseorang. Force majeure bisa memengaruhi keuangan personal setiap investor. Hal ini membuat setiap investor harus melakukan pengeluaran tanpa bisa diprediksi jumlah dan waktunya. Selain force majeure, bisa jadi ada perubahan dalam kehidupan yang tidak kita duga, sehingga kita perlu menyiapkan biaya ekstra.
Apa saja kondisi keuangan yang tidak terduga? Dan bagaimana cara untuk menyiasati agar ketika force majeure/ perubahan dalam keuangan terjadi, kita tidak harus menguras tabungan atau berhutang?
Musibah
Tentu tidak ada yang menginginkan salah satu anggota keluarga atau diri kita sendiri jatuh sakit atau kecelakaan. Namun kita tidak bisa menolak atau mengelak ketika musibah terjadi. Bersikap terlalu percaya diri dalam hal ini dapat menjadi bumerang bagi kondisi finansial kita.
Pengurangan gaji/PHK
Pandemi yang membuat seluruh dunia tiarap dari berbagai aspek termasuk ekonomi membuat tahun 2020-2021 sebagai tahun yang buruk bagi banyak orang. Dampaknya bisa jadi dirasakan hingga sekarang. Tidak sedikit yang mengalami pemotongan gaji maupun PHK tanpa buffer time yang ideal. Tidak sedikit pula yang kehilangan usaha dan bisnisnya di tengah pandemi.
Baca Juga
Meneropong Saham-Saham IDX30 Terbaik dengan Reksa Dana Indeks
Kendaraan/Gadget rusak
Kendaraan / gadget memiliki usia yang terbatas. Ditambah dengan mobilitas yang tinggi, bisa jadi kita telah menggunakan kendaraan / gadget kita hingga tidak berada dalam kondisi prima. Hal itu membuat pekerjaan yang kita lakukan tidak lagi jadi efektif dan efisien.
Perbaikan rumah
Saat memiliki rumah, pos pengeluaran tidak terduga turut bertambah. Atap yang bocor, renovasi yang bersifat darurat, perbaikan dan maintenance membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, kerusakan-kerusakan pada bangunan rumah seringkali sulit diprediksi apalagi jika rumah yang dimiliki adalah lungsuran dari orang tua atau membeli rumah jadi.
Kelahiran anggota keluarga baru atau anggota keluarga yang sakit
Kelahiran anak dalam keluarga yang tidak terduga, atau bisa jadi karena adanya ayah/ibu / anggota keluarga yang sakit bisa membuat kita perlu menyesuaikan keuangan kita. Apabila biaya-biaya tersebut sudah dibantu asuransi, biaya-biaya lain seperti biaya perawat, dll juga bisa menambah pos pengeluaran tidak terduga.
Dari berbagai kondisi yang memengaruhi keuangan di atas, semuanya bersifat tidak terduga dan dapat terjadi sewaktu-waktu namun masih bisa ditanggulangi dengan persiapan yang baik melalui perencanaan keuangan. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk expecting the unexpected?
Baca Juga
Dana Darurat
Mengapa dana darurat sangat penting dalam perencanaan keuangan? Hal ini untuk mengantisipasi ketika kita membutuhkan dana besar secara mendadak, sehingga tidak perlu kebingungan mencari dana. Kita juga bisa menghindari hutang atau menggadaikan barang. Dana tabungan dan investasi juga tidak perlu dicairkan untuk memenuhi kebutuhan darurat.
Namun seberapa besarkah anggaran dana darurat yang perlu dikumpulkan? Kita tidak perlu jadi cemas berlebihan sehingga over budgeting dan mengorbankan pengeluaran esensial. Kita bisa menggunakan Eisenhower Matrix, skala yang membantu tiap investor untuk menentukan prioritas. Skala ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu penting dan mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting serta tidak mendesak.
Setelah membuat daftar prioritas, kita bisa melanjutkan penganggaran dana sesuai kemungkinan-kemungkinan setiap kejadian tidak terduga di atas. Dalam kondisi normal, jika status kita belum menikah, maka dana darurat yang harus dimiliki berkisar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga, minimal 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan. Kita bisa memasukkan prorata anggaran kejadian tidak terduga ke dalam perhitungan ini.
Kita bisa mempercepat pengumpulan dana darurat dengan banyak cara, seperti menambah sumber pendapatan, melakukan review anggaran dan memangkas pengeluaran hingga mengumpulkan dana darurat sambil berinvestasi.
Baca Juga
Salah satu produk yang dapat investor pertimbangkan adalah Reksa Dana Principal Total Return Bond Fund dari manajer investasi Principal Indonesia (PT Principal Asset Management). Produk ini merupakan produk reksa dana pendapatan tetap dengan risiko menengah yang memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif stabil juga.
Setiap investasi tentu saja memiliki risiko masing-masing, begitu juga jika anda berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap. Risiko yang dimiliki pun biasanya cenderung sejalan dengan return yang bisa didapatkan. Baca selengkapnya prospektus dan fund fact sheet mengenai produk ini di https://www.principal.co.id/id/rdptc.
Asuransi
Mulai lirik asuransi sebagai jaring pengaman untuk keadaan finansial tidak terduga kita. Asuransi dapat menjadi bentuk pemindahan risiko untuk kita dan barang-barang yang kita miliki, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan. Ada banyak jasa penyedia asuransi yang bisa disesuaikan dengan tingkat resiko dan kebutuhan setiap investor.
Namun tetap prioritaskan pengumpulan dana darurat meski sudah memiliki asuransi untuk menutup hal-hal yang tidak tertanggung dalam premi atau yang bersifat mendadak dan butuh perhatian cepat tanpa bisa menunggu proses klaim asuransi.
Baca Juga
Principal Asset Management Tawarkan Solusi Diversifikasi Investasi di 2024
Kondisi darurat memang tidak bisa diprediksi. Tapi, dengan perencanaan keuangan yang matang untuk menanganinya, kita pasti bisa menghadapinya dengan baik.
Disclaimer: Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
PT Principal Asset Management berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
