Ini Modus Pialang Nakal Tipu Nasabah
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengungkapkan sejumlah modus yang dilakukan perusahaan perdagangan berjangka komoditi alias pialang kepada nasabahnya, hingga menyebabkan kerugian secara materiil Rp 68,5 miliar. Modus pertama adalah dengan menjanjikan atau mengiming-imingi korban dengan keuntungan yang fantastis, jika menyimpan uang ke perusahaan tersebut.
"Orang kalau disajikan 'Pak, kalau Bapak simpan uang Rp 100 juta, minggu depan sudah dapat (keuntungan) Rp 10 juta'. Iman itu mulai bergetar, antara nyimpan atau bagaimana," ucap Yeka dalam konferensi pers di Gedung Ombudsman, Jakarta, Jumat (26/01/2024).
"Orang kalau disajikan 'Pak, kalau Bapak simpan uang Rp 100 juta, minggu depan sudah dapat (keuntungan) Rp 10 juta'. Iman itu mulai bergetar, antara nyimpan atau bagaimana," ucap Yeka dalam konferensi pers di Gedung Ombudsman, Jakarta, Jumat (26/01/2024).
Status Tidak Jelas
Berdasarkan laporan yang diterima Ombudsman, terungkap modus lain yang juga kerap dilakukan oleh pelaku, yang memiliki status yang tidak jelas di perusahaan pialang tersebut. Kebanyakan dari mereka sering mengenakan pakaian rapi ketika melakukan aksinya.
"Siapa pelakunya juga tidak jelas, karena tidak pernah juga diakui apakah ini pelaku marketing sah atau tidak sah, dan selalu bilang kami diawasi Bappebti. Pemerintah menjamin pengawasan aman, bukan abal-abal. Jadi, modusnya mengiming-imingi keuntungan yang fantastis, dirayu, dipaksa secara tidak sadar, kirim orang-orang yang memang bisa merayu, meyakinkan dengan pakaian yang rapi," tandasnya.
Baca Juga
Selain itu, modus yang dilakukan pelaku perusahaan pialang nakal untuk menipu adalah dengan cara membantu mengelola akun dari para nasabah. Hal tersebut dipercaya para nasabah, yang merasa terbantu lantaran tidak bisa mengoperasikan akun itu.
"Terus mengelola akun nasabah. Pelaku mengatakan 'Kalau Bapak Ibu tidak paham, tenang, kami bantu.' Ternyata ketika diperiksa bukan orang dari perusahaan. Please, ini masa pemeriksaannya tidak sampai ke situ," tandasnya.

