Hindari Tipu-Tipu Berkedok Komisi Jutaan Rupiah, Blibli: Kenali Modusnya
JAKARTA, investortrust.id - Platform commerce Blibli mengingatkan masyarakat agar menghindari penipuan berkedok komisi jutaan tupiah. Konsumen diminta untuk mempelajari modus yang sering digunakan penipu.
"Hindari tipu-tipu berkedok komisi jutaan rupiah, kenali modusnya. Pahami berbagai bentuk modus tipu-tipu online dengan beragam iming-iming agar terhindar dari risiko penipuan yang semakin marak," kata manajemen PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), emiten pemilik Blibli, dalam keterangan di Jakarta, pekan lalu.
Baca Juga
Blibli (BELI) Gelar MESOP 2,40 Miliar Saham, Segini Harga Pelaksanaannya
Emiten berkode saham BELI ini resmi melantai dan sahamnya mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Perseroan juga memiliki ekosistem omnichannel terpadu (unified omnichannel ecosystem) Blibli Tiket, yang memperkuat sinergi antara Blibli, tiket.com, dan Ranch Market dalam suatu ekosistem terintegrasi yang memberikan kemudahan berbelanja serta bernilai tambah bagi pelanggan.
Minta Korban Transfer 'Jaminan'
Manajemen Global Digital Niaga membeberkan modus penipuan berkedok program affiliate semakin marak terjadi saat ini. Pelaku biasanya beraksi dengan mengiming-imingi nilai keuntungan yang besar, dengan meminta korban mentransfer sejumlah uang sebagai ‘jaminan’.
Menurut Asia Scam Report 2023, sebanyak 28,8% korban penipuan terjerat oleh besarnya nilai insentif yang ditawarkan. Sementara itu, merujuk data Global Risk Report 2024, serangan siber menempati top five risiko global sebesar 39%. Sedangkan di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat sebanyak 1.938 konten hoaks dalam kategori penipuan telah berhasil teridentifikasi hingga Mei 2023.
"Menanggapi tingginya fenomena modus penipuan daring, PT Global Digital Niaga Tbk terus mengingatkan dan membagikan tips menghindari tipu-tipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak terkecuali penipuan dengan modus affiliate," paparnya.
Testimoni Palsu
Konsumen perlu cermat mengenali dan mengecek sejumlah modus penipuan affiliate yang patut dicurigai. Ini, antara lain, sebagai berikut.
- 1. Meminta pembelian/transfer ‘biaya administrasi’ sebagai jaminan
Modus ini cukup sering digunakan untuk mengelabui korban tipu-tipu. Biasanya korban diminta melakukan pembayaran sejumlah tahapan yang ‘bikin ribet’, termasuk melakukan transaksi berupa pembelian produk maupun mewajibkan jaminan sejumlah uang sebagai ‘biaya administrasi.’
Padahal, program affiliate tepercaya hanya memberikan komisi berdasarkan penjualan produk yang direkomendasikan. Jika memungut biaya, apalagi sampai mewajibkan pembelian produk tertentu sebagai prasyarat mendapatkan komisi, maka tidak perlu ditanggapi, karena sudah pasti termasuk komisi bodong.
- 2. Iming-iming ‘komisi sekian %’ setelah melaksanakan tugas
Ada yang menawarkan program affiliate dengan iming-iming komisi besar? Tunggu dulu! Pelaku penipuan bisa memanfaatkan psikologi ‘greed’ korban, alias perasaan tidak puas, dengan terus memberikan tugas dan menarik nilai deposit semakin besar dengan janji komisi berlipat-lipat.
Untuk menghindari kasus tipu-tipu serupa terjadi, selain diimbau tidak mudah tergiur, sebaiknya juga jangan sembarangan membagikan data pribadi maupun kode One Time Password (OTP) agar tidak disalahgunakan.
Selain itu, jangan mudah tergoda untuk mengakses tautan yang diterima, karena dalam beberapa kasus bisa mengarah pada situs-situs palsu yang berisiko memeras korban. Kamu bisa kunjungi cekrekening.id dari Kemkominfo untuk mengecek dugaan rekening penipuan.
- 3. Testimoni palsu rekan penipu
Waspada juga saat diundang ke grup media sosial, atau layanan perpesanan instan seperti WhatsApp Group dan Telegram Group, yang mengaku komunitas resmi. Jangan lengah apabila dihubungi seseorang yang sukarela memberikan testimoni, justru kita perlu berpikir kritis akan kemungkinan penipuan.
Untuk itu, jika sebuah tawaran affiliate terasa sulit dipercaya alias too good to be true, sebaiknya segera dilaporkan ke pihak berwenang. Adapun proses pengaduan bisa diajukan via kanal komunikasi resmi pemilik program affiliate, atau dengan melakukan pengecekan di aduannomor.id yang merupakan situs resmi dari Kemkominfo.
- 4. Mengatasnamakan Blibli
Penipuan program affiliate mengatasnamakan Blibli juga sering terjadi. Ini mulai dari surat beredar yang menggunakan kop palsu dan tanda tangan palsu jajaran direksi perseroan, hingga grup media sosial serta aplikasi berkirim pesan yang mengaku komunitas resmi dari Blibli.
"Ingat, mekasnime kerja sama affiliate Blibli adalah memberikan referensi produk tertentu, dan memberikan komisi berdasarkan penjualan produk yang direkomendasikan. Jadi, bukan dan tidak meminta mitra untuk melakukan transaksi/pembelian apa pun di luar platform Blibli, apalagi menggunakan rekening atas nama pribadi," tandas manejemen.
Kenali Kanal Komunikasi Resmi
Untuk itu, lanjut manajemen, konsumen perlu mengetahui bahwa seluruh informasi dari Blibli selalu dimuat di kanal komunikasi resminya. Jadi, perlu dibudayakan melakukan pengecekan.
"Utamanya, jika kamu curiga sedang dijebak dalam scam penipuan, jangan sampai jadi korban, lalu baru rajin mengecek ya, Blibli Friends! Tips dan trik ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk menghindari terjebak dalam penipuan affiliate yang semakin marak. Apabila menemukan dugaan penipuan mengatasnamakan Blibli, segera hubungi customer service Bliblicare untuk cek dan mendapatkan informasi yang lebih jelas," imbuh manajemen.
Baca Juga

