5 Tips Bijak Berinvestasi di Bulan Ramadan
JAKARTA, investortrust.id - Para investor bisa menjadikan Ramadan sebagai perjalanan keuangan yang cerdas dan penuh berkah. Bahkan memulai investasi saat Ramadan bisa diartikan sebagai bentuk pertobatan atau perbaikan dalam pengelolaan keuangan. Setidaknya ada lima tips 5 bijak untuk berinvestasi di bulan Ramadan. Apa saja tips tersebut?
Dalam kalender Islam, Ramadan adalah Bulan Suci. Selama bulan ini, umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bagian dari ibadah. Puasa Ramadan merupakan salah satu dari lima rukun Islam.
Setiap muslim yang telah mencapai usia cukup dan tidak dalam kondisi tertentu yang menghalangi puasa, wajib melaksanakan ibadah ini. Umat Islam wajib meningkatkan ketaatan mereka, melakukan amal kebajikan, dan memperbanyak ibadah.
Baca Juga
Community Lead IPOT, Angga Septianus mengungkapkan, selama bulan Ramadan para investor biasanya lebih fokus pada amal dan kegiatan keagamaan. Alhasil, aktivitas investasi pun menurun, termasuk investasi di pasar saham. Itu sebabnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) relatif lebih stabil selama Ramadan.
“Secara historikal, pada bulan Ramadan, volume transaksi di bursa saham domestik cenderung menurun 20-40% dibandingkan bulan-bulan biasa. Hal ini juga disebabkan oleh hari libur yang panjang sehingga para investor mengalokasikan dananya untuk konsumsi pribadi,” ujar Angga dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (9/3/2024).
Di sisi lain, menurut Angga Septianus, sebagian investor tetap berinvestasi meski dengan modal kecil. “Ini tentu keputusan yang bijak," tutur dia.
Memulai investasi saat Ramadan, kata Angga, juga bisa diartikan sebagai bentuk pertobatan atau perbaikan dalam pengelolaan keuangan. Memulai investasi di bulan Ramadan bisa menjadi langkah positif menuju perbaikan keuangan pribadi dan peningkatan pengelolaan finansial.
Berikut ini 5 tips bijak guna mewujudkan niat baik untuk memulai investasi di bulan Ramadan:
1. Mulai dengan Nominal Kecil
Jangan terburu-buru untuk berinvestasi dengan modal besar. Mulailah dengan nominal kecil sesuai dengan kemampuan keuangan, seperti dari uang yang disisihkan dari budget makan siang selama Puasa. Memulai investasi dengan modal kecil memungkinkan kita merasakan dan memahami proses investasi dengan baik.
2. Kendalikan Lapar Mata
Banyak yang merasa kesulitan mengelola keuangan dan menyisihkannya untuk investasi selama bulan Ramadan, padahal masalah ini seringkali muncul karena sulit menahan diri dari godaan atau lapar mata. So, kendalikan diri dari godaan yang hanya berdasarkan keinginan semata dan bukan kebutuhan serta lapar mata selama Ramadan supaya tetap bisa berinvestasi.
3. Tetapkan Tujuan dan Pahami Risiko
Tentukan tujuan investasi dengan jelas. Apakah ingin mengumpulkan dana untuk pendidikan anak, pensiun, atau tujuan jangka panjang lainnya? Investasi tanpa tujuan biasanya hanya sebatas wacana terus.
Menetapkan tujuan akan membantu membuat strategi investasi yang sesuai. Selain itu, sebelum memulai investasi, pahami risiko yang mungkin dihadapi dan potensi keuntungan yang dapat diraih. Pelajari instrumen investasi yang berbeda dan tentukan seberapa besar risiko yang dapat diterima.
4. Pelajari Jenis Reksa Dana
Langkah awal untuk memula investasi adalah investasi reksa dana. Terlebih saat ini investasi di reksa dana bisa dilakukan dengan modal yang sangat terjangkau. Dengan Rp 100.000 saja, investasi reksa dana sudah bisa dilakukan.
Investasi reksa dana benar-benar cocok untuk investor pemula dan mudah dilakukan secara online, seperti di platform jual-beli reksa dana IPOT Fund milik PT Indo Premier Sekuritas yang sudah terintegrasi di aplikasi IPOT.
Pahami dengan seksama jenis-jenis reksa dana yang tersedia. Ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Tips-nya adalah pilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.
Baca Juga
Jelang Ramadan, Jokowi Tagaskan Stok Beras Nasional Tak Ada Masalah
5. Lakukan Riset
Riset menyeluruh tentang reksa dana perlu dipertimbangkan. Tinjau kinerja historisnya, biaya-biaya terkait, dan kebijakan investasinya. Informasi ini dapat membantu investor pemula membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Intinya, Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari jadikan Bulan Suci ini sebagai awal perjalanan keuangan yang cerdas dan penuh berkah. Dengan memulai investasi di bulan Ramadan, investor tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, tapi juga untuk keberlangsungan amal dan pencapaian tujuan-tujuan finansial.

