Porsi Saham Kaesang Pangarep di PMMP Bakal Terdilusi, Ini Penjelasannya
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan udang, PT Panca Mitra Multipedana Tbk (PMMP) dijadwalkan akan melakukan private placement. Lewat aksi korporasi ini, PMMP menerbitkan 235.300.000 lembar saham baru atau sekitar 10% dari dari total modal.
Saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham dalam portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Aksi korporasi PMMP ini jelas memicu risiko dilusi atau berkurangnya persentase kepemilikan pada pemegang saham lama. Salah satunya milik PT Harapan Bangsa Kita atau GK Hebat. Nama terakhir tidak lain perusahaan milik putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.
Seperti diketahui, pada 9 November 2021, PT Harapan Bangsa Kita atau membeli 188.240.000 lembar saham atau setara 8%.Setelah private placement, kepemilikan GK Hebat akan menciut menjadi 7,27% saham. Sisanya milik PT Tiga Makin Jaya sebesar 39,09%, Soesilo Soebardjo memegang 22,41%, Martinus Soesilo 7,73%.Sisanya milik Hirawan Tedjokoesoemo dan publik.
Baca Juga
Emiten Ini Mau Private Placement, Saham Kaesang Pangarep Terdilusi
Aksi korporasi yang biasa disebut private placement termasuk salah satu straetegi pendanaan dalam dunia investasi bisnis. Sebagai Perusahaan publik, rencana investasi ini diumumkan PMMP pada public. Private placement tidak melibatkan penawaran umum, tetapi melibatkan investor tertentu.
Risiko Dilusi
Lalu, mengapa porsi saham (persentase) milik Kaesang Pangarep di PMMP bisa berkurang atau dilusi? Dalam mekanisme pendanaan Perusahaan lewat strategi private placement memang bisa membuat porsi kepemilikan seorang pemegang saham berkurang, meski jumlah lembar saham yang dimiliki tidak berubah.
Logikanya, jika PMMP mengeluarkan saham tambahan kepada investor baru melalui private placement, jumlah saham yang beredar di pasaran akan bertambah. Alhasil proporsi kepemilikan dari saham GK Hebat pada PMMP berkurang.
Baca Juga
Gambarannya kira-kira seperti ini. Pada private placement, perusahaan biasanya menerbitkan saham tambahan kepada investor baru. Jika perusahaan sebelumnya memiliki 1.000.000 saham yang beredar lalu menerbitkan 200.000 saham baru, maka total saham yang beredar akan menjadi 1.200.000 saham.
Karena jumlah saham beredar bertambah, proporsi kepemilikan dari saham yang dimiliki oleh pemegang saham lama akan berkurang. Perbandingannya, pemegang saham A memiliki 10% dari seluruh saham yang beredar atau 100.000 saham dari 1.000.000 saham. Setelah penambahan saha, kepemilikan pemegang saham A akan turun menjadi 8,33% hasil dari 100.000 dibandingkan dengan total saham 1.200.000 lembar.
Dilusi atau berkurangnya proporsi kepemilikan memang bisa berdampak pengurangan nilai saham pemegang saham lama. Sebab, seiring peningkatan jumlah saham beredar, setiap saham yang dimiliki menjadi lebih kecil dalam hak suara serta potensi dividen perusahaan.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 837,69 Miliar, Paraga Tambah Saham di BSD (BSDE)
Namun hal ini tidak selalu terjadi demikian. Sebab sebagai strategi bisnis, private placement mendatangkan modal untuk pengembangan bisnis Perusahaan. Jika rencana pengembangan bisnis dari dana private placement berhasil, dampaknya akan positif pula pada semua pemegang saham.
Baca Juga

