Ini Dia 20 MI Terbesar di Kancah Global, Blackrock Paling Jumbo!
JAKARTA, Investortrust.id - Terbesar memang belum tentu terbaik. Tapi, di industri pengelolaan investasi dan reksa dana, dana besar sangatlah berarti dan menentukan dalam pengembangan portofolio investasi.
Baca Juga
Ada beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk menilai Fund Manager (Manajer Investasi/MI) . Antara lain, kepiawaiannya menghasilkan imbal hasil (return), kemampuannya menghimpun dana, pelayanan yang diberikan kepada nasabah (client), track record dalam menjaga keamanan dana nasabah..
Bagi pemilik dana, kriteria return dan keamanan dana, tentu menjadi penilaian utama. Sedangkan, untuk melihat seberapa gede MI itu di pasar dan bagaimana kepercayaan nasabah terhadap MI itu, ukurannya adalah dana kelolaan.
Baca Juga
Asset Under Management
Besar kecil fund manager biasanya dilihat dari berapa besar dana kelolaan (AUM/asset under management). Meskipun dana itu milik pihak ketiga, bukan milik MI yang bersangkutan, ukuran jumlah dana kelolaan setidaknya menunjukkan kepercayaan nasabah kepada MI.
Dana kelolaan yang besar memungkinkan MI lebih leluasa dalam penempatan dana ke berbagai produk investasi. Dana yang besar juga memungkinkan MI untuk menempatkan dana di produk luar negeri (offshore), sehingga dapat dihasilkan return optimal. Dengan dana yang besar, MI bisa memiliki “bargaining position” lebih kuat dalam bernegosiasi dengan penjual atau penerbit produk investasi.
Bahkan, karena dana kelolaannya begitu besar, fund manager kerap kali diminta pendapat oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah. Contohnya Blackrock, yang ikut diundang dan diminta pendapat oleh Pemerintah AS, ketika ekonomi berada di ambang krisis. Saking kuatnya, MI juga bisa memiliki pengaruh dalam urusan politik.
Blackrock Teratas
Hinggi kini, Blackrock masih menempati urutan pertama sebagai MI terbesar di Amerika Serikat, sekaligus di dunia.
Dana kelolaan Blackrock per kuartal I-2023 sebesar US$ 9,09 triliun. Dengan dana kelolaan sebesar itu, tampaknya Blackrock sulit ditandingi MI lain.
Baca Juga
Vanguard saja, yang berada di urutan kedua, memiliki dana kelolaan dengan selisih cukup jauh di bawah Blackrock, Dana kelolaan Vanguard, pada periode sama, sebesar US$ 7,25 triliun.
Begitu juga kalau dibandingkan dengan Fidelity, yang berada di urutan ketiga. Fidelity memiliki dana kelolaan US$ 3,88 triliun.
20 MI Terbesar Global
Mengacu pada data ADVRatings, inilah 20 MI terbesar global, berdasarkan dana kelolaan per kuartal I-2023.
1. BlackRock
Bagi masyarakat finansial, khususnya pelaku pasar modal, nama BlackRock tentu sudah tak asing lagi. Perusahaan yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, ini memiliki dana kelolaan US$ 9,09 triliun atau nyaris mencapai Rp 136.350 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) pada kuartal I-2023 Bahkan, tahun 2021, dana kelolaannya sempat menembus $ 10 triliun.
Blackrock bukan hanya pengelola aset terbesar di dunia, tetapi juga salah satu lembaga keuangan terbesar di dunia.
Perusahaan ini didirikan tahun 1988 dan go public tahun 1999. Blackrock memiliki peran penting dalam memajukan pertumbuhan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Produk ETF-nya disebut iShares. Pada 2021, iShares mencakup lebih dari seperempat aset BlackRock yang dikelola.
Blackrock terus mengembangkan diri. Baru-baru ini, perusahaan mengumumkan masuknya Amin Nasser, CEO perusahaan minyak terbesar dunia Saudi Aramco, di jajaran dewan direksi perusahaan..
|
BlackRock melihat Timur Tengah memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis ke depan. |
2. Vanguard Group
Vanguard dikenal dengan strategi investasi pasif. Dana ditempatkan di reksa dana yang dirancang untuk mencerminkan aktivitas indeks tertentu atau pasar saham yang lebih luas.
Dana kelolaan Vanguard per kuartal I-2023 sebesar US$ 7,6 triliun
Vanguard mengklaim memiliki rasio biaya rendah untuk sebagian besar dananya.
Selain layanan manajemen aset, Vanguard Group juga mengembangkan layanan broker, perencanaan keuangan, anuitas, dan layanan lain yang terkait..
3. Fidelity Investments
Fidelity adalah perusahaan manajemen aset yang telah mengelola lebih dari 30 juta pelanggan dengan menawarkan platform online bagi investor individu untuk membeli dan menjual sekuritas.
Fidelity juga mengelola seluruh portofolio atas nama klien. Pada musim panas 2018, perusahaan membuat sebuah gebrakan, yaitu menawarkan reksa dana dengan rasio biaya nol dan persyaratan investasi minimum. Gebrakan ini membuat perusahaan makin dikenal.
Dana kelolaan Fidelity per kuartal I-2023 sebesar US$ 4,2 triliun
4. State Street Global Advisors
State Street yang berbasis di Boston adalah anak perusahaan dari State Street Corporation. Perusahaan mengelola investasi untuk berbagai klien institusional, termasuk nirlaba, pemerintah daerah, asosiasi, dan bahkan kelompok pendidikan.
Dana kelolaan State Street per kuartal I-2023 sebesar US$ 3,6 triliun
5. Morgan Stanley
Mitra dan staf dari perusahaan JP Morgan dan Drexel membentuk Morgan Stanley di Wall Street pada tahun 1935. Ketika mengakuisisi platform investasi E*TRADE pada akhir tahun 2020, Morgan Stanley memiliki sekitar 68 ribu karyawan di 39 negara.
Dana kelolaan Morgan Stanley per kuartal I-2023 sebesar US$ 3,13 triliun
6. JPMorgan Chase
Kebanyakan orang menganggap JPMorgan Chase sebagai bank investasi. Padahal, perusahaan juga memiliki bisnis manajemen aset yang kuat. Pada 2017, aset senilai US$1,3 triliun dipindahkan dari BlackRock sebagai bagian dari pengaturan hak asuh baru.
Dana kelolaan JPMorgan Chase per kuartal I-2023 sebesar US$ 3 triliun
7. Goldman Sachs
Manajemen aset hanyalah salah satu dari banyak layanan yang ditawarkan oleh Goldman Sachs. Jenis klien yang dilayaninya meliputi, pengelola investasi global, bank dan broker, pensiun, wakaf serta yayasan, korporasi, hingga pemerintah
Dana kelolaan Goldman Sachs per kuartal I-2023 sebesar US$ 2,67 triliun
8. Credit Agricole
Credit Agricole memiliki dana kelolaan US$ 2,66 triliun per kuartal I-2023.
9. Allianz Group
Perusahaan Jerman ini pada dasarnya adalah perusahaan asuransi, tapi kemudian berkembang menjadi grup finansial. Sampai sekarang, orang lebih mengenalnya sebagai perusahaan asuransi.
Allianz Group mengoperasikan dua divisi manajemen aset: Allianz Global Investors dan PIMCO. Keduanya telah mengelola aset pihak ketiga, masing-masing US$ 2,36 triliun dan US$ 1,8 triliun..
10. Capital Group
Capital Group didirikan pada tahun 1931 di Los Angeles. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 7.800 rekanan di 29 kantor di seluruh dunia pada Februari 2022. AUM per kuartal I-2023 sebesar US$ 2,3 triliun.
11. Amundi
Dana kelolaan Amundi per kuartal I-2023 sebesar US$ 2,1 triliun
12. Bank of New York Mellon
Dana kelolaan Bank of New York Mellon per kuartal I-2023 sebesar US$ 2,1 triliun
.
13. UBS Group
UBS Group memiliki empat divisi yang beroperasi di seluruh dunia. Perusahaan ini berbasis di Swiss. UBS menawarkan layanan manajemen kekayaan dan manajemen aset.
Dana kelolaan UBS Group per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,83 triliun
14. PIMCO
Merupakan bagian dari Allianz Group. Grup usaha Allianz yang berasal dari Jerman ini mengoperasikan dua divisi manajemen aset: Allianz Global Investors dan PIMCO. Keduanya telah mengelola aset pihak ketiga, masing-masing US$ 2,36 triliun dan US$ 1,8 triliun.
15. Edward Jones
Dana kelolaan Edward Jones per kuartal I-2023 sebesar US$ 2,1 triliun
16. Deutche Bank
Dana kelolaan Deutche Bank per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,49 triliun
17. Invesco Ltd
Dana kelolaan Invesco Ltd per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,48 triliun
18. Legal & General (LGIM)
Dana kelolaan LGIM per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,477 triliun
19. Bank of America
Dana kelolaan Bank of America per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,467 triliun
20. Franklin Resource
Dana kelolaan Franklin Resource per kuartal I-2023 sebesar US$ 1,42 triliun
