Tantangan Aktuaris makin Kompleks, Data Analytics, Economy Crisis, hingga Umur Manusia, Maksudnya?
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setiono Kartono mengungkapkan tantangan yang dihadapi aktuaris semakin beragam saat ini, seiring berkembangnya zaman.
“Tantangan-tantangan yang dihadapi aktuaris saat ini, misalnya adanya profesi baru data analytics, dimana seorang aktuaris itu juga berkecimpung dengan data, otomatis harus menguasai terkait data analytics,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga
Dorong Kompetensi dan Profesionalisme Aktuaris, Ini yang Akan Dilakukan PAI
Kemudian, lanjut Paul, adapula tantangan terkait perubahan iklim atau climate change ber-impact terhadap demografi, yang secara langsung maupun tidak akan berdampak terhadap aktuaris. Lalu, ada tantangan terkait longevity, yaitu saat ini banyak orang yang bisa hidup dengan umum lebih dari 100 tahun dan itu membawa risiko finansial yang lebih besar.
“Jadi aktuaris itu diminta tidak hanya menghitung saat ini. Meski mortalita saat ini sudah ada tabel, tapi bagaimana 20-30 tahun lagi kita tidak tahu. Bagaimana kondisi banjir kita tidak tahu. itu adalah tantangan-tantangan yang kita hadapi sekarang,” katanya.
Tantangan selanjutnya, terkait regulasi baru yaitu International Financial Reporting Standard (IFRS) 17 yang merupakan standar akuntansi internasional yang baru untuk pelaporan keuangan di perusahaan asuransi. Hal ini merupakan perubahan massif dimana seorang aktuaris itu dituntut mempunyai ilmu komputasi modeling yang jauh diatas mungkin yang sudah mereka pelajari.
Baca Juga
Waspada! Teknologi Blockchain Berpotensi Mendisrupsi Industri Asuransi
“Lalu juga ada pandemi yang baru saja kita lewati, kemudian economy crysis disertai perang. Sebelumnya kita berpikir setelah perang dunia kedua tidak akan ada perang lagi tapi setiap tahun ada yang baru, sekarang ada Iran dan Israel,” jelas Paul.
Belum lagi, lanjut Paul, ada tantangan lainnya bagi aktuaris terkait keamanan siber, keamanan data, dan lain sebagainya. “Oleh karena itu kami memandang pentingnya untuk memutakhirkan anggota-anggota dan calon anggota supaya mereka bisa memiliki ilmu-ilmu yang baru sesuai dengan perkembangan zaman” terangnya.

