Begini Harapan BI dan Bankir untuk Pimpinan Baru OJK
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto resmi melantik Friderica Widyasari Dewi menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beserta enam Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK lainnya, pada Rabu (25/3/2026).
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa lengkapnya struktur pimpinan OJK ini adalah hal yang baik. Ia berharap setelah ini koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang mana beranggotakan Kementerian Keuangan, BI, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dapat berjalan dengan baik.
"Ya bagus lah, kan akhirnya bisa full semua. Harapannya terus koordinasi, empat lembaga dalam KSSK bisa berjalan normal lagi. Jadi positif lah kita melihatnya, apalagi mereka kan sudah langsung full, isi semua kan," kata Destry saat ditemui media usai Pengucapan Sumpah Anggota Dewan Komisioner OJK, di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (26/3/2026).
Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) Santoso pun menyampaikan harapannya terhadap jajaran baru Dewan Komisioner OJK, termasuk untuk nakhoda baru. Menurutnya, kondisi ekonomi global saat ini menuntut respon kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran agar stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga.
“Berharap sekali semua sudah mengetahui ya situasi saat ini dan kita harapkan banyak kebijakan-kebijakan yang bisa berbenah ya dan untuk mengantisipasi (tantangan),” ujarnya.
Baca Juga
Sah! Ketua Mahkamah Agung Lantik Friderica Widyasari Dewi dan Enam Komisioner Baru OJK
Santoso menilai, dinamika perekonomian ke depan akan semakin ketat, sehingga diperlukan kepemimpinan yang kuat serta kebijakan yang mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.
“Memang dinamika akan makin ketat, tapi kami percaya mereka adalah orang-orang pilihan yang bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi buat Indonesia,” katanya.
Menurut Santoso, kepercayaan terhadap jajaran baru OJK menjadi penting, mengingat peran strategis lembaga tersebut dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga
Di sisi bersamaan, lanjut dia, industri perbankan, termasuk BCA, mendukung penuh langkah-langkah OJK, sembari tetap memberikan masukan konstruktif guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Kita dukung saja sambil kita nanti akan melihat, memberikan masukan apa yang harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia bisa tetap kuat di tengah-tengah (kondisi) global yang kestabilannya terganggu,” ucap Santoso.

