Uang Beredar Mei 2024 Nyaris Tembus Rp 9.000 Triliun, Bankir Komentar Begini
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) baru saja merilis likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) periode Mei 2024 yang nyaris menembus Rp 9.000 triliun. Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk, Faisal Rachman mengungkap sejumlah faktor yang mendukung tingginya uang beredar.
"Pertumbuhan giro rupiah yang menguat menunjukkan aktivitas ekonomi perusahaan atau korporasi meningkat pascalibur Lebaran pada April," kata Faisal kepada investortrust.id di Jakarta, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga
Kredit Naik Double Digit, Uang Beredar Tumbuh Tinggi Capai 7,6% Mei
Selain itu, menurut Faisal Rachman, aktiva luar negeri bersih tumbuh positif 0,6% secara tahunan (year on year/yoy). Aktiva luar negeri bersih sebelumnya terkontraksi 1,1% (yoy) pada April akibat naiknya tensi geopolitik Timur Tengah yang memicu arus modal keluar (capital outflow).
Faisal menjelaskan, kembali tumbuh positifnya aktiva luar negeri bersih menunjukkan pada Mei sudah mulai terjadi arus modal masuk (capital inflow) usai ketegangan geopolitik mereda. Akibatnya, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menguat pada Mei 2024, terutama dari sisi DPK valas.
Sementara itu, rilis BI menunjukkan, uang beredar pada Mei 2024 mencapai Rp 8.965,9 triliun, tumbuh 7,6% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 6,9% (yoy).
"Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 6,3% (yoy) dan uang kuasi sebesar 8,8% (yoy)," tulis BI dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga
Perkembangan M2 pada Mei 2024, menurut BI, terutama dipengaruhi perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Mei 2024 tumbuh 11,4% (yoy), setelah tumbuh 12,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.
“Adapun aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 0,6% (yoy), lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 1,1% (yoy). Sedangkan tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 22,7% (yoy), setelah tumbuh 25,8% (yoy) pada April 2024," papar BI.

