Laba Akulaku Finance Indonesia Melesat 66% Capai Rp 108 Miliar di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Akulaku Finance Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) senilai Rp 108 miliar di sepanjang 2025. Profitabilitas tersebut meningkat 66% year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan tahun buku sebelumnya.
Presiden Direktur Akulaku Finance Perry Barman Slangor mengungkapkan, capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan sekaligus menjadi landasan strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan ke depan.
"Kinerja 2025 menunjukkan bahwa kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga. Memasuki 2026, kami akan melangkah lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif," ujar Perry dalam acara Media Gathering dan Ifthar 2026 bertajuk “Strengthening Impact” di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga
Dorong Laju Pertumbuhan BNPL, Akulaku Finance Siapkan Langkah Strategis Ini
Kemudian, PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan pembiayaan baru senilai Rp 7,44 triliun di sepanjang tahun buku 2025 (unaudited). Realisasi penyaluran pembiayaan tersebut meningkat 23% secara tahunan jika dibandingkan tahun 2024.
Perry menjelaskan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini didorong oleh ekspansi produk Buy Now Pay Later (BNPL) yang menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 89% dari keseluruhan portofolio. Menurut Perry, peningkatan realisasi penyaluran pembiayaan tersebut disertai dengan pertumbuhan profitabilitas yang signifikan.
Baca Juga
Akulaku Finance Indonesia Bidik Kenaikan Pembiayaan Baru 52% di 2025
Lebih lanjut, Perry menyebut, peningkatan profitabilitas perusahaan terutama didorong oleh sejumlah faktor, antara lain mencakup ekspansi pendapatan seiring pertumbuhan pembiayaan, diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi biaya dana melalui kolaborasi strategis, serta efisiensi operasional yang semakin solid. Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, Akulaku Finance Indonesia turut berhasil menjaga kualitas aset tetap sehat dengan rasio NPF (non performing financing) net perusahaan terjaga di level 1,1% per akhir 2025.
"Pencapaian ini didukung oleh penguatan sistem underwriting, pemantauan portofolio yang ketat serta penguatan kapasitas collection," jelas Perry.
Di sepanjang 2025, perusahaan juga memastikan struktur permodalan dan likuiditas terjaga dengan baik melalui diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi struktur biaya dana, serta menjaga likuiditas secara disiplin untuk mendukung ekspansi bisnis. Akulaku Finance Indonesia saat ini tercatat turut didukung oleh pendanaan aktif dari 16 mitra perbankan.

