Bank Jateng Segarkan Formasi, Bambang Widiyatmoko Resmi Jadi Nakhoda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (27/2/2026), pemegang saham sepakat menunjuk Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama yang baru.
Langkah strategis ini menandai berakhirnya masa jabatan Irianto Harko Saputro, yang sebelumnya menjabat sejak April 2025. Penunjukan Bambang dianggap sebagai langkah krusial untuk mempercepat transformasi digital dan penguatan bisnis bank milik masyarakat Jawa Tengah tersebut.
Bambang Widiyatmoko bukanlah orang asing di kancah perbankan daerah. Sebelum berlabuh di Bank Jateng, ia memiliki rekam jejak panjang di Bank Banten.
Sejak Desember 2022, Bambang menjabat sebagai Direktur Operasional. Kemudian pada November 2024, ia dipercaya sebagai Direktur Bisnis. Lalu, pada November 2025, Bambang menuntaskan masa baktinya di Bank Banten sebelum akhirnya terpilih memimpin Bank Jateng.
Tak hanya posisi Direktur Utama, RUPST juga melakukan penyegaran pada jajaran manajemen kunci lainnya. Posisi Komisaris Utama kini dipercayakan kepada Adnas, menggantikan Sumarno.
Baca Juga
Bank Jateng Raih Penghargaan Sebagai Bank Daerah Pendorong Pengembangan UMKM
Di jajaran direksi, Mas Waris diangkat sebagai Direktur Kelembagaan, sementara Bambang Ristianto mengisi posisi Direktur Keuangan menggantikan Ristiani Saptuti.
Berikut Susunan Terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Hasil RUPST Bank Jateng, 27 Februari 2026:
● Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Adnas
Komisaris independen: Heru Agus wuryanto
● Direksi
Direktur Utama: Bambang Widiyatmoko
Direktur Kepatuhan: Erik Abibon
Direktur Kelembagaan: Mas Waris
Direktur Keuangan: Bambang Ristianto
Direktur I: Eko Tri Prasetyo
Direktur Bisnis: Anna Kusumarita.
Cetak Laba Tertinggi di Antara BPD se-Indonesia
Sementara itu, melansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (jatengprov.go.id), Bank Jateng mencatatkan kinerja impresif pada 2025. Tercatat, laba usaha 2025 lalu sebesar Rp 1,4 triliun, terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI).
Baca Juga
“Bank Jateng itu bank (BPD) paling sehat di seluruh Indonesia,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jateng Tahun Buku 2025, di Bhimasena Hall Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jumat (27/2/2026).
Ditambahkan, laba usaha tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk deviden dan cadangan umum, untuk memperkuat struktur modal. Deviden diberikan kepada pemegang saham yakni Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng.
Gubernur Jateng sebagai pemegang saham pengendali (PSP), meminta kepada jajaran direksi Bank Jateng agar bisa terus meningkatkan kinerja dan targetnya pada 2026. Termasuk, perannya dalam memberikan CSR, pengentasan kemiskinan dan kebencanaan, serta program strategis pemerintah lain.
“Jawa Tengah sangat menarik sekali untuk sentral pembangunan nasional. Saya ingin kekompakan teman-teman (Bupati dan Wali Kota) tetap kita jaga dan pertahankan,” katanya.
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro mengatakan, di tengah kondisi perekonomian global, perekonomian di Jateng masih dapat tumbuh. Begitu halnya dengan pencapaian laba bersih Bank Jateng sebesar Rp 1,4 triliun, tumbuh 11,57% dibandingkan 2024.
“Aset Bank Jateng juga baru tahun ini bisa tembus Rp 100 triliun. Mudah-mudahan Bank Jateng lebih besar dan berkembang,” tandasnya.

