Indomobil Finance Raih Pinjaman Sindikasi US$ 400 Juta, Dananya Untuk Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melalui anak usahanya PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi ketigabelas senilai US$ 400 juta. Pinjaman tersebut berasal dari 33 bank nasional dan luar negeri.
Baca Juga
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa closing ceremony pinjaman sindikasi ketigabelas sebesar US$ 400 juta telah ditandatangani Jumat (10/11/2023) di Nusa Dua Bali. Demikian penjelasan Corporate Secretary Indomobil Maureen Oktarita dalam penjelasan resminya hari ini.
Dia mengatakan, dana pinjaman sindikasi ini akan digunakan mendukung bisnis pembiayaan perusahaan sampai satutahun ke depan. IMFI akan melaksanakan kegiatan lindung nilai (hedging) atas pinjaman sindikasi tersebut dalam rangka memitigasi risiko atas nilai tukar dan fluktuasi suku bunga.
Baca Juga
Emiten Otomotif Grup Salim Indomobil (IMAS) Resmi Akuisisi Saham Mercedes-Benz
Manajemen menambahkan bahwa sindikasi pinjaman ke-13 ini didapatkan dari 33 bank peserta yang berasal dari Sembilan negara, yakni Taiwan, Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Cina, Korea, Filipina dan India.
Oversubsribed
Awal pinjaman sindikasi ke-13 diluncurkan, perseroan menargetkan menghimpun pinjaman dana sebesar US$ 250 juta melalui Greenshoe Option. “Ternyata penawaran tersebut mendapatkan respon yang baik dari kreditur, sehingga total permintaan dari kreditur mencapai US$ 798 juta atau oversubscribed 3,2x,” terang manajemen dalam penjelasan resminya.
Dengan tingginya permintaan kreditur, IMFI menaikkan target pinjaman menjadi US$ 400 juta. Angka tersebut telah mempertimbangkan target kebutuhan dana yang telah ditetapkan oleh IMFI.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 705,50 Miliar, Asing Lepas Saham Bank Ini
Sejak sindikasi 1-13, IMFI telah berhasil meraup pinjaman sindikasi senilai US$ 2,87 miliar. Sedangkan total pinjaman sindikasi yang telah dilunasi mencapai US$ 1,92 miliar atau sekitar 82,68% dari total pinjaman.
Beberapa bank yang berpartisipasi adalah Bank Mandiri, Bank rakyat Indonesia, Bank Mayapada, dan beberapa bank nasional lainnya. Sedangkan bank luar negeri, yaitu Sumitomo Mitsui Banking, CTBC Bank Co Ltd, Taiwan Cooperative Bank, dan beberapa bank asing lainnya.

