Rupiah Bergerak Menguat di Tengah Sentimen 'Risk On' di Pasar Ekuitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/2/2026). Rupiah menguat 0,21% ke posisi Rp 16.765 per US$. Sementara itu, mata uang negara mitra dagang Indonesia seperti Jepang, China, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.
Yen Jepang menguat 0,26%, yuan China menguat 0,24%, dolar Hongkong menguat 0,02%, ringgit Malaysia menguat 0,23%, dan dolar Singapura menguat 0,06%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on di pasar ekuitas. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on di pasar ekuitas," ujar Lukman.
Baca Juga
Dia menjelaskan, pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan yang kembali menegaskan komitmennya untuk memberlakukan tarif perdagangan telah memicu ketidakpastian pasar dan turut menekan pergerakan dolar AS.
"Pernyataan Trump dalam pidato kenegaraan yang memicu ketidakpastian di mana dia menegaskan kembali tekadnya untuk memberlakukan tarif perdagangan ikut menekan dolar AS," ujar dia.
Baca Juga
Rupiah Menguat di Awal Pekan, Terbantu Ketidakpastian Tarif yang Menyeret Depresiasi Dolar AS
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Kamis, 26 Februari 2026 akan berada dikisaran Rp 16.750-Rp 16.850 per dolar AS.

