Maybank Group Punya Strategi Bisnis Baru, Bidik ROE 14% di 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Malayan Banking Berhad (Maybank Group) resmi meluncurkan strategi bisnis terbarunya untuk lima tahun ke depan, ROAR30. Dengan strategi baru ini, Maybank Group menargetkan pertumbuhan return on equity (ROE) sebesar 13-14% pada 2030.
President & Group CEO Maybank, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli mengungkapkan, ROAR30 dibangun dari tiga pilar utama, yaitu memperkuat komitmen humanising financial services, membangun bisnis berskala besar di tingkat regional, serta memperkokoh fondasi jangka panjang.
“Seiring dengan selesainya strategi M25+, strategi lima tahun ke depan ini semakin menegaskan tujuan Maybank Group dengan fokus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui peningkatan ROE yang berkelanjutan,” ujar dia dalam keterangan pers, Jumat (30/1/2026).
Ramli tidak merinci berapa ROE Maybank Group saat ini. Berdasarkan catatan investortrust.id, ROE Maybank Group tahun lalu (hingga kuartal III-2025) sekitar 11,5% yang merupakan level tertinggi sejak 2016 di bawah strategi M25+ (Maybank 2025 Plus).
Baca Juga
Dato’ Ramli mengungkapkan, pilar pertama ROAR30 menempatkan humanising financial services sebagai inti strategi, dengan fokus pada tiga tujuan utama, yaitu menghadirkan pengalaman unggul bagi nasabah, menciptakan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Di sisi bersamaan, menurut dia, pendekatan digital first dan omnichannel juga didukung pengembangan aplikasi teranyar melalui evolusi MAE serta pemanfaatan dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Di sisi keberlanjutan, Maybank Group menargetkan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM 300 miliar dalam lima tahun ke depan serta berada di jalur untuk mencapai carbon neutral pada 2030 dan net zero pada 2050,” tutur dia.
Adapun pilar kedua ROAR30, kata Ramli, difokuskan pada pengembangan empat lini bisnis berskala besar, yaitu institusi keuangan syariah global, manajemen kekayaan regional, bank transaksi dan pembayaran regional, serta bank korporasi dan investasi regional.
“Kami melihat Malaysia, Indonesia, dan Singapura sebagai pasar utama yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan dan profitabilitas, didukung oleh keunggulan penawaran yang dimiliki masing-masing pasar,” kata Ramli.
Baca Juga
Maybank Indonesia Targetkan Spin Off Unit Syariah pada 2027, Aset Tembus Rp 42 Triliun
Pilar terakhir, menurut Dato’ Ramli, diarahkan untuk memperkuat fondasi strategis Maybank Group melalui pemanfaatan teknologi, data, dan AI, pembangunan tenaga kerja dan budaya organisasi unggul, serta optimalisasi produktivitas dan alokasi modal.
Ramli menjelaskan, Maybank Group yang hadir di Indonesia lewat PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), berencana menginvestasikan RM 10 miliar dalam lima tahun ke depan untuk teknologi, data, dan AI guna meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan bisnis, serta memodernisasi sistem perbankan inti.
Dia menambahkan, selain ROE 13-14%, Maybank Group menargetkan sejumlah indikator kinerja utama lainnya pada 2030, antara lain net interest margin (NIM) di atas 2,05%, cost to income ratio (CIR) 47% atau lebih rendah, serta rasio dana murah atau current account and saving account (CASA) di atas 41%.

