Perkuat Kredit Ritel, Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan ke Kredivo Jadi Rp 3 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Demi memperkuat pertumbuhan kredit ritel, PT Bank DBS Indonesia memperluas akses pembiayaan digital dengan meningkatkan pendanaan channeling untuk Kredivo menjadi Rp 3 triliun.
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom mengungkapkan, sejak awal bekerja sama pada 2020, limit pendanaan terus meningkat, dari Rp 300 miliar menjadi Rp 1 triliun pada 2021, Rp 2 triliun pada 2022, hingga mencapai Rp 3 triliun pada akhir 2025.
“Bagi kami, inovasi bukan sekadar teknologi, tetapi cara untuk menjembatani kebutuhan finansial Masyarakat. Maka kami sangat antusias bekerja sama dengan Kredivo yang selama ini kerap memperluas akses kredit digital di Indonesia,” ujar Melfrida dalam keterangan pers, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga
AllianzGI Indonesia Gandeng Bank DBS Distribusikan 2 Reksa Dana Berbasis USD
Peningkatan ini, menurut Melfrida, mencerminkan kinerja kredit Kredivo yang konsisten sekaligus permintaan pasar yang terus tumbuh. Pendanaan ini juga mendukung strategi Bank DBS Indonesia memperluas ekosistem kredit ritel dengan menghadirkan solusi finansial yang adaptif.
”Di tengah percepatan transformasi digital di sektor keuangan, kami ingin mendukung masyarakat untuk dapat live more, bank less dengan memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tapi juga membantu mereka mengelola kebutuhan sehari-hari,” kata dia.
Sementara itu, Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, Umang Rustagi mengatakan, peningkatan pendanaan channeling ini akan mendorong ekspansi layanan ke lebih banyak kota tier dua dan tiga, wilayah dengan potensi pertumbuhan besar yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal perbankan.
Baca Juga
Kredivo Bidik Pertumbuhan Double Digit di 2026, Andalkan Langkah Ini
“Dengan dukungan pendanaan ini, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ucap dia.
Menurut Umang, pihaknya akan memprioritaskan penyediaan akses kredit yang mudah, aman, dan terjangkau, mencakup kebutuhan harian, kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan produktif masyarakat.
“Kolaborasi antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo yang sudah berjalan hampir enam tahun ini membuktikan bahwa kerja sama antara bank konvensional dan platform kredit digital memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” tegas dia.

