Bos BCA Harap Thomas Djiwandono Perkuat Kebijakan BI di Tengah Proyeksi Penurunan BI Rate
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kalangan bankir berharap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono dapat membawa gagasan dan kebijakan baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Gregory Hendra Lembong menilai, kehadiran Thomas di jajaran pimpinan bank sentral diharapkan memperkuat sinergi kebijakan moneter dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami berharap beliau bisa membawa ide-ide baru yang lebih baik lagi untuk membantu pertumbuhan ekonomi,” ujar Hendra dalam paparan kinerja BCA tahun 2025 secara virtual, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan Thomas Jiwandono setelah proses pengangkatan sebagai Deputi Gubernur BI resmi dilakukan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ajang diskusi untuk bertukar pandangan terkait arah kebijakan moneter dan kondisi perekonomian ke depan.
“Kita tentu akan bertemu dengan beliau setelah pelantikan resmi dan pada kesempatan berikutnya kami bisa berbagi pandangan setelah pertemuan tersebut,” katanya.
Baca Juga
Rupiah Menguat Kemarin, Purbaya: Bukan karena Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Sementara itu soal proyeksi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) pada tahun ini diperkirakan tidak akan seagresif perkiraan awal, seiring perkembangan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) yang cenderung lebih hati-hati.
Pelaku pasar mengungkapkan, pada tahun lalu penurunan BI-Rate sempat diproyeksikan bisa terjadi hingga tiga kali. Namun, dinamika global, khususnya arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed), membuat ruang pelonggaran moneter menjadi lebih terbatas.
“Kalau Bapak Ibu ingat, tahun lalu kami memproyeksikan penurunan suku bunga bisa tiga kali. Tapi melihat situasi di Amerika Serikat, ternyata tidak seagresif yang diperkirakan,” ujar Hendra.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pelaku pasar kini memperkirakan penurunan BI Rate atau pelonggaran kebijakan moneter tahun ini hanya akan terjadi satu hingga dua kali. Proyeksi ini didasarkan pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, serta menjaga daya tarik aset keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.
“Kami memprediksi penurunan suku bunga acuan itu kini lebih realistis di kisaran satu sampai dua kali,” pungkasnya.
Baca Juga
Paripurna DPR Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Diterima Semua Parpol
Seperti diketahui, Thomas Djiwandono terpilih menjadi deputi gubernur BI menggantikan Juda Agung. Keputusan itu diambil dalam rapat internal pimpinan Komisi XI DPR, Senin (26/1/2026).
Rapat internal itu sendiri digelar singkat, tak sampai 20 menit seusai Thomas selesai memberikan paparan dalam fit and proper test.
“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan rapat internal di Komisi XI bahwa diputuskan yang menjadi deputi gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono,” kata Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Keputusan mengenai posisi baru Thomas ini disepakati oleh seluruh fraksi tanpa ada catatan. Misbakhun menyebut figur Thomas dianggap diterima oleh semua partai politik (Parpol).

