Didorong oleh 2 Hal Ini, Laba Industri Modal Ventura Melonjak 150,78% per November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja industri modal ventura mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga November 2025, laba bersih secara industri tumbuh 150,78% secara year on year (yoy) menjadi Rp 579,77 miliar.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengungkapkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio.
“Melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif,” ujarnya, belum lama ini.
Baca Juga
Didorong Pengembangan Usaha di Sektor Riil, Pembiayaan Modal Ventura Diprediksi Tumbuh 3,72% di 2025
Dari sisi penyaluran pembiayaan, Agusman menjelaskan bahwa pembiayaan modal ventura saat ini masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu yang dinilai memiliki potensi serta kebutuhan pendanaan yang relatif stabil.
“Dengan fokus pada pembiayaan kegiatan ekonomi riil,” katanya.
Berdasarkan data OJK, sektor pedagang besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, masih menjadi tujuan utama pembiayaan modal ventura. Sektor ini menempati peringkat pertama dengan nilai pembiayaan sekitar Rp 7,63 triliun atau setara 68,53% dari total pembiayaan industri.
Baca Juga
Perusahaan Modal Ventura Sebut Kenaikan PPN 12% Tak Pengaruhi Portfolio
Di peringkat kedua, pembiayaan disalurkan ke sektor aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja serta aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa untuk kebutuhan sendiri, dengan nilai mencapai Rp 726,62 miliar atau sekitar 6,52%.
Peringkat ketiga ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan nilai pembiayaan Rp 519,43 miliar atau 4,66%. Selanjutnya, sektor aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, serta penunjang usaha lainnya berada di posisi keempat dengan pembiayaan RP 412,25 miliar atau 3,70%.
“Dan terakhir adalah industri pengolahan dengan angka Rp 410,78 miliar atau 3,69%,” ucap Agusman.
Meski kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, ia tidak bisa pungkiri bahwa kondisi tech winter masih membayangi industri modal ventura. Namun, dampaknya dinilai mulai bisa lebih terkendali.
“Seiring dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada usaha yang memiliki fundamental yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Agusman.

