Masuk Ekosistem Pasar Tradisional, BSI Dorong Optimalisasi Transformasi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong optimalisasi transformasi digital, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) masuk ke ekosistem pasar tradisional.
Direktur Utama BSI Anggoro EKo Cahyo mengungkapkan, langkah ini bertujuan untuk mendekatkan layanan BSI ke semua segmen nasabah, termasuk mendorong penetrasi keuangan syariah di masyarakat.
“Kami terus berupaya meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Untuk itu, tahun ini kami juga menyasar ekosistem pasar tradisional melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Baca Juga
Pastikan Layanan Kembali Normal, BSI Percepat Pemulihan 145 Outlet di Aceh
Menurut Anggoro, Lapak BSI bakal melayani berbagai layanan syariah, diantaranya adalah pembukaan rekening, layanan emas seperti cicil emas, gadai emas, Bank Emas melalui BYOND, dan pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah, business matching, dan lainnya.
Lapak BSI, kata dia, merupakan gerai perbankan syariah yang ada di pasar-pasar yang pada tahap awal telah dibuka 28 titik yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar.
“Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi digital, komitmen BSI untuk mendorong UMKM naik kelas. Mulai dari pendampingan usaha, penyediaan layanan keuangan syariah, hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Anggoro.
Ia mengatakan, transformasi digital BSI sudah masif di BSI EDC (electronic data capture) dan BSI . Hingga November 2025, jumlah EDC (electronic data capture) mencapai lebih dari 21.000 merchant, dan jumlah QRIS (quick response code Indonesian standard) mencapai 551.000 di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Pastikan Layanan Kembali Normal, BSI Percepat Pemulihan 145 Outlet di Aceh
Jumlah tersebut, lanjut Anggoro, sejalan dengan banyaknya segmen usaha yang mulai menggunakan layanan e-channel BSI. Sehingga, Lapak BSI ini diharapkan bisa menjadi salah satu entry gate untuk meningkatkan penetrasi digital bagi pelaku usaha.
“Transformasi digital menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pangsa pasar dan layanan BSI ke depan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar,” ucapnya.
Di sisi bersamaan, BSI juga memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM untuk memperkuat rantai ekonomi halal.
Dengan langkah tersebut, bank berkode saham BRIS ini menyatakan komitmen untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, modern, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.

