BNI Cetak Laba Bersih Rp 18,62 Triliun per November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 18,62 triliun hingga November 2025. Adapun pertumbuhan kredit sebesar 11,23% menjadi Rp 822,59 triliun.
Tren pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) menunjukkan perbaikan dan tidak terdapat tambahan beban provisi. Tekanan utama penurunan laba 6,01% secara year on year (yoy) tersebut berasal dari lonjakan beban operasional atau operational expenditure (opex).
Bank berkode saham BBNI ini membukukan opex sebesar Rp 26,9 triliun per November 2025 atau meningkat 10% (yoy). Pihak BNI menyatakan, lonjakan opex disebabkan oleh front-loading sebagian opex pada Desember 2025.
Dari sisi provisioning, BNI mencatat pembalikan beban provisi sebesar Rp 138 miliar per November 2025. Angka ini berbalik signifikan dibanding pembentukan provisi yang cukup besar pada Oktober 2025.
Baca Juga
Sejak adanya injeksi likuiditas dari pemerintah pada September 2025, tren NII BNI menunjukkan peningkatan secara bertahap. Perbaikan ini didorong menurunnya beban pendanaan seiring melandainya pertumbuhan interest expense.
Per Oktober dan November 2025, pertumbuhan interest expense masing-masing tercatat 7% dan 6% (yoy), jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 12% (yoy) selama sembilan bulan pertama 2025.
Kondisi ini mendorong NII kembali tumbuh positif, masing-masing sebesar 0,2% dan 4% (yoy) pada Oktober dan November 2025, dibandingkan kontraksi sekitar 1% (yoy) pada periode sembulan bulan 2025.
Sementara itu, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,23%, dari Rp 739,54 triliun pada November 2024 menjadi Rp 822,59 triliun di periode yang sama tahun ini.
Dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan total DPK sebesar Rp 951,58 triliun per November 2025, naik 21,41% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 783,80 triliun.
Dari total DPK BNI, dana murah atau current account and saving account (CASA) masih mendominasi dengan persentase 68,70%. CASA BNI tercatat Rp 653,72 triliun per November 2025, naik 16,87% (yoy).
Baca Juga
BNI Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Sumbar

