Indeks Kemampuan Menabung Menurun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada bulan November 2025 berada di level 77,4, sedikit menurun sebesar 0,3 poin dari posisi bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan penurunan Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) sebesar 1,7 poin ke posisi 65,9. Meskipun demikian, niat menabung konsumen masih tetap tinggi sebagaimana tecermin pada penguatan Indeks Kemauan Menabung (IKMM) sebesar 1,2 ke posisi 88,9 pada periode yang sama.
“Perkembangan ini mencerminkan kemauan menabung konsumen terus meningkat di tengah kemampuan menabung konsumen yang cenderung stabil setelah adanya pengeluaran biaya pendidikan di periode sebelumnya,” ujar Direktur Group Riset LPS, Seto Wardono melalui keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).
Terkait dengan komponen IKPM, porsi responden yang menyatakan sering menabung turun dari 17,8% pada bulan Oktober menjadi 16,0% pada bulan November 2025. Pada periode yang sama, responden yang menabung lebih kecil dari yang direncanakan mengalami kenaikan dari 49,8% menjadi 54,7%. Hal ini menjelaskan penurunan pada komponen Indeks Kemampuan Menabung (IKPM).
Mengenai komponen IKMM (kemauan menabung), persentase responden yang menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menabung tercatat meningkat menjadi 26,3% pada November 2025, dari 25,9% pada Oktober 2025. Selain itu, persentase responden yang menyatakan bahwa tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung tercatat meningkat, yakni menjadi 37,4% dari 33,7% pada periode yang sama.
Pergerakan IMK pada sebagian kelompok pendapatan rumah tangga (RT) cenderung bervariasi pada November 2025. IMK RT berpendapatan hingga di atas Rp 7 juta/bulan meningkat sebesar 5,3 poin, dengan level kembali di atas 100. Di sisi lain, penurunan IMK terbesar terjadi pada kelompok RT berpendapatan hingga Rp 1,5 juta/bulan (-6,0 poin), diikuti RT berpendapatan di atas Rp 1,5 juta–Rp3 juta/bulan (-2,0 poin), serta RT berpendapatan di atas Rp 3 juta–Rp7 juta/bulan (-0,9 poin).
Baca Juga
LPS Catat Tabungan Orang Kaya di Atas Rp 5 Miliar Tumbuh 16,24%, Ini Penyebabnya
Persepsi Positif Rumah Tangga Meningkat
Sementara itu, Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS November 2025 menunjukkan penguatan persepsi konsumen. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) tercatat menguat 2,8 poin MoM pada bulan November 2025 ke level 99,3.
“Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan persepsi konsumen yang utamanya ditopang oleh penguatan penilaian terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini, serta persepsi konsumen yang tetap optimis terhadap prospek ekonomi dan pendapatannya pada masa mendatang,” jelas Seto.
Pada November 2025, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) maupun Indeks Ekspektasi (IE) tercatat menguat masing-masing sebesar 2,5 poin dan 3,0 poin ke level 74,7 dan 117,8. Nilai IE yang masih berada di atas nilai 100 menunjukkan bahwa optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan masih terjaga.
Selain karena adanya bantuan sosial dan penambahan lapangan kerja yang memadai, kenaikan IKK juga dipengaruhi sejumlah faktor seperti adanya perbaikan infrastruktur umum, adanya proyek pemerintah atau swasta, serta panen tanaman pangan yang berhasil. Perbaikan infrastruktur umum dan berjalannya proyek pemerintah sejalan dengan implementasi percepatan belanja pemerintah jelang akhir tahun, yang juga turut menambah penyerapan tenaga kerja di lapangan.
Ditinjau berdasarkan pendapatan, IKK pada November 2025 membukukan penguatan pada setiap kelompok RT. IKK RT berpendapatan di atas Rp7 juta/bulan naik paling tinggi (+13,2 poin MoM), diikuti RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta/bulan (+6,4 poin), RT berpendapatan di atas Rp3 juta–Rp7 juta/bulan (+3,3 poin), dan RT berpendapatan Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan (+0,7 poin). IKK pada hampir seluruh kelompok pendapatan membukukan level di atas 100 yang mengindikasikan persepsi optimis konsumen. Hanya RT berpendapatan di atas Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan yang masih memiliki IKK di bawah 100.
Baca Juga
LPS Siapkan Pembayaran Dana Nasabah BPR Bumi Pendawa Raharja

