Didorong 2 Hal Ini, BTN Bidik Pertumbuhan Kredit 12% di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 12% pada 2026, didorong oleh program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu optimistis kinerja keuangan pihaknya secara keseluruhan bisa tumbuh positif, mulai dari kredit, dana pihak ketiga (DPK), hingga profit.
“Kita kredit tumbuh 10%-12% ekspektasinya, DPK di atas itu, laba juga ekspektasi kita masih tumbuh double digit,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (19/12/2025).
Optimisme tersebut, lanjut Nixon, didorong oleh dua produk unggulan yang digenjot BTN, yakni FLPP dan KPP.
“Satu (produk) saja sudah 8%-9%, tambahin yang satu lagi (produk) sudah pasti saya masih yakin 10%-12% (pertumbuhan kredit). Karena today kita punya dua produk itu,” katanya.
Baca Juga
BTN Siapkan Pembiayaan Rp 4,5 Triliun untuk Ekspansi Usaha Danareksa
Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah berfokus untuk menggenjot dana murah atau current account and saving account (CASA).
“Itu menjadi target utama kita di tahun depan, rasionya berdasarkan hitungan sudah pasti kita ingin signifikan naik. Seminimal-minimalnya itu 5% dari rasio saat ini kenaikannya,” ucapnya.
Di sisi bersamaan, ia juga ingin menggenjot porsi dana murah BTN menjadi 60% dari total DPK di tahun depan.
“CASA rasionya minimal naik bisa menjangkau mungkin hampir ke 60%,” ujar Rully.
Baca Juga
BTN Bangun Dapur Umum untuk Warga Terdampak di Pidie Jaya Aceh
Sekadar informasi, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun per November 2025 atau tumbuh 21,10% secara year on year (yoy). Kenaikan tersebut salah satunya ditopang oleh kenaikan kredit dan pembiayaan yang tumbuh 8,74% (yoy) menjadi Rp 386,47 triliun.
Di sisi bersamaan, DPK BTN juga meningkat 15,77% (yoy) menjadi Rp 423,96 triliun per November 2025. Pertumbuhan tersebut turut mengerek naik aset BTN 12,16% (yoy) menjadi Rp 503,99 triliun.

