Koperasi Bisa Unggul Integritas Pelaporan PPATK, KSP SMS Tunjukkan Standarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Koperasi simpan pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati atau KSP SMS meraih peringkat 1 pada Financial Integrity Rating on Money Laundering and Terrorism Financing atau FIR on ML/TF Tahun 2025 yang diselenggarakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penghargaan ini mencerminkan penguatan budaya kepatuhan lembaga dalam pencegahan tindak pidana keuangan dan menjadi salah satu capaian tertinggi bagi industri koperasi nasional.
Pengumuman dilakukan dalam acara Diseminasi Hasil Penilaian FIR on ML/TF Tahun 2025 di gedung PPATK, Jakarta. PPATK menggunakan FIR on ML/TF sebagai instrumen penilaian nasional untuk mengukur integritas dan kepatuhan lembaga pelapor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPK).
Sekretaris I KSP Sahabat Mitra Sejati, Rizal Agil mengatakan, raihan tersebut menjadi simbol pengakuan atas upaya kolektif pengurus, manajemen, dan unit terkait dalam memperkuat sistem integritas lembaga. “Ini adalah hasil kerja seluruh tim KSP SMS, yang konsisten memastikan kepatuhan dan integritas proses pelaporan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sistem, meningkatkan akurasi pelaporan, serta mendukung upaya nasional dalam pencegahan TPPU dan TPPT,” ujar Rizal.
Baca Juga
Gandeng Koperasi Merah Putih, Japfa (JPFA) Bakal Genjot Penjualan MBG
KSP SMS dinilai unggul pada efektivitas pelaporan transaksi terkait indikasi pendanaan terorisme, penerapan tata kelola pelaporan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), serta tingkat kepatuhan terhadap kewajiban penyampaian laporan. Skor FIR on ML/TF yang diperoleh KSP SMS mencapai 9,90 dengan kategori sangat baik, mempertegas posisi lembaga sebagai salah satu koperasi dengan standar integritas tertinggi.
License and Government Relations KSP SMS Luqmanul Hakim menjelaskan bahwa pencapaian peringkat pertama kali ini merupakan keberhasilan kedua setelah prestasi serupa pada 2023. Konsistensi tersebut dinilai menunjukkan bahwa peningkatan standar tata kelola dan pengawasan internal bukan hanya menjadi program, tetapi telah menjadi bagian dari budaya operasional.
“Capaian ini menegaskan bahwa budaya kepatuhan bukan hanya memenuhi aturan, tetapi menjadi bagian dari operasional sehari-hari KSP SMS. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan regulator dan memastikan setiap proses berjalan sesuai prinsip integritas,” ujar Luqmanul Hakim.
Sementara PPATK berharap hasil penilaian FIR dapat menjadi pedoman bagi seluruh lembaga pelapor untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat integritas operasional, dan mengembangkan strategi mitigasi risiko yang lebih komprehensif. Penilaian ini juga diharapkan menjadi pendorong bagi industri jasa keuangan untuk mengadopsi praktik pelaporan yang responsif.
Baca Juga
Indonesia-Timor Leste Kerja Sama Perkuat Peran Koperasi Desa
Adapun skema penilaian, meliputi beberapa kategori lembaga, termasuk bank asing, bank nasional, bank pembangunan daerah, BPR, perusahaan jasa keuangan non-bank, fintech, pedagang valuta asing, aset kripto, serta koperasi simpan pinjam.
Penilaian FIR tahun ini dilakukan oleh tim PPATK bersama konsultan independen dan para akademisi dari berbagai universitas. Evaluasi mencakup komitmen pelaporan proaktif, implementasi kebijakan APU PPT, serta tingkat kepatuhan dan kualitas laporan yang disampaikan kepada PPATK. Proses ini menjadi dasar bagi lembaga pelapor untuk memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko di sektor keuangan.

