Pembiayaan Rumah BSI Griya Tumbuh 7,22% Jadi Rp 59,49 Triliun per September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan sektor properti yang menunjukkan sinyal positif, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan pertumbuhan di segmen pembiayaan perumahan BSI Griya sebesar 7,22% secara year on year (yoy) dengan outstanding mencapai Rp 59,49 triliun per September 2025.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengungkapkan, segmen konsumer khususnya griya menjadi segmen yang terus dibidik. Karena perumahan menjadi salah satu sektor yang menjadi program prioritas pemerintah.
“Terutama menyediakan perumahan, selain tentu saja mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga
Perkuat Layanan Keuangan Syariah di Sumatera, BSI Resmikan Gedung Pavilion BSI Palembang
Menurut Bob, kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat. Hal itu berdampak positif bagi BSI, di mana terjadi tren positif dengan rata-rata booking Rp 1 triliun per bulan yang didominasi pembelian rumah pertama Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar, take over, renovasi, maupun kebutuhan lainnya.
“Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa sektor perumahan masih diminati masyarakat di tengah ekonomi menantang,” katanya.
Baca Juga
Saat ini, pembiayaan BSI Griya memiliki kualitas yang sehat, dengan indikasi rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross berada di level 2%.
Sebagai upaya untuk mendorong sektor perumahan nasional, BSI memfasilitasi anggota Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) untuk pembiayaan perumahan, khususnya bagi hakim dan warga peradilan, dengan harga spesial lewat Program BSI Griya Hakim.
“Kerja sama ini sangat memudahkan teman-teman hakim dalam memiliki rumah, khususnya bagi keluarga hakim muda,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Ikahi Yasardin.

