Sektor Keuangan Disebut Paling Banyak Adopsi Teknologi AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) menyebut sektor keuangan menjadi industri dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) paling besar di Indonesia saat ini. Peningkatan kebutuhan regulasi, volume data, dan proses analitik yang kompleks membuat industri ini menjadi pengguna AI paling agresif.
Director & Chief Business Officer Indosat Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, sektor finansial memiliki kebutuhan teknologi yang jauh lebih besar dibandingkan industri lain. “Banking itu nomor satu karena kemampuan finansialnya besar dan kebutuhan teknologinya juga paling besar,” ujarnya di kantor Indosat, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Menurut Danny, kompleksitas regulasi membuat lembaga keuangan membutuhkan dukungan AI untuk mengolah dan mencocokkan data lintas aturan. Ia mencontohkan industri perbankan harus mengikuti aturan dari BI, OJK, hingga Kementerian Keuangan yang berubah sangat cepat.
“Peraturan BI bisa keluar seminggu beberapa kali, dan itu harus dicocokkan dengan banyak regulasi lain,” jelasnya.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gandeng Nokia dan NVIDIA Bangun 'Otak' AI untuk Jaringan 5G Indonesia
Ia menjelaskan AI dapat membantu perusahaan finansial mengurangi beban administratif dan mempercepat proses analitik standar kepatuhan. Danny memastikan algoritma yang dikembangkan industri tetap aman dan tidak dibagikan ke pihak lain meski memakai layanan cloud dari Indosat. “Algoritmanya tetap milik perusahaan, tidak bisa diakses atau dipakai pihak lain,” tegasnya.
Selain finansial, sektor supply chain disebut memiliki populasi pengguna AI yang besar karena skalanya yang masif. Perusahaan mencatat sekitar 10% dari total 5.000 pelanggan existing berasal dari industri logistik dan rantai pasok yang membutuhkan optimalisasi inventori, pengiriman, dan perencanaan operasional.
Di sisi lain, Indosat juga melirik sektor pendidikan di mana pemanfaatan AI meningkat cepat. Danny menegaskan kampus menjadi target strategis berikutnya mengingat kebutuhan talenta AI terus melonjak sekaligus dorongan transformasi digital nasional. “Kebutuhan AI untuk education itu luar biasa dan kampus tidak bisa lagi mengandalkan pola konvensional,” ujarnya.
Baca Juga
Fitur AI Indosat (ISAT) Sukses Tangkal Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital
Indosat menawarkan solusi AI berbasis sharing infrastructure untuk mengatasi tingginya biaya teknologi bagi kampus maupun institusi kecil. Skema ini membuat pelanggan hanya membayar sesuai penggunaan sehingga tidak perlu membangun server atau data center sendiri.
Perusahaan menilai kolaborasi antara industri dan akademisi diperlukan agar transformasi AI dapat berlangsung lebih cepat dan aman. Indosat optimistis adopsi AI akan semakin meluas pada 2026.

