BNI Salurkan Rp 40,7 Miliar untuk Dukung UMKM di Sektor Perumahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya dalam mendukung pengembangan sektor perumahan nasional melalui program Kredit Program Perumahan (KPP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) telah menyalurkan pembiayaan Rp 40,7 miliar kepada 41 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengungkapkan, dari total tersebut, Rp 28,1 miliar disalurkan kepada tujuh pelaku UMKM di sisi supply (pasokan), sementara Rp 12,66 miliar diberikan kepada 34 pelaku UMKM di sisi demand (permintaan).
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat,” ujar Iqbal, dalam keterangan pers, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, dari sisi supply, pembiayaan KPP diarahkan bagi pengembang, kontraktor, serta pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengadaan tanah, bahan bangunan, dan barang maupun jasa.
Sedangkan dari sisi demand, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah dan toko yang berfungsi mendukung kegiatan usaha. Program ini resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2025 dan memiliki mekanisme serupa dengan kredit usaha rakyat (KUR).
Baca Juga
wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 Jadi Arena 258 Atlet Dunia Adu Prestasi
“Pelaku UMKM dapat mengajukan pembiayaan melalui kantor cabang maupun kanal digital resmi BNI. Proses pengajuan mencakup analisis, persetujuan, dan pencairan dana yang dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian,” kata Iqbal.
Dalam menjaga kualitas pembiayaan, kata dia, BNI menerapkan sejumlah langkah mitigasi risiko, antara lain dengan mengoptimalkan ekosistem perumahan yang melibatkan pengembang, kontraktor, dan UMKM bahan bangunan, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan legalitas aset dan kelayakan usaha.
”Hingga penggunaan risk acceptance criteria (RAC) dan credit scoring system dalam menilai karakter serta kapasitas calon debitur. BNI juga melakukan monitoring portofolio kredit secara berkala agar tetap sesuai dengan profil risiko perusahaan,” ucap Iqbal.
Ia optimistis pihaknya dapat melampaui target penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp 250 miliar hingga akhir 2025, dengan porsi Rp 100 miliar di sisi supply dan Rp 150 miliar di sisi demand.

