Danamon dan Agile Indonesia Gelar Indonesia Agile Conference 2025, Dorong Budaya Kerja Inovatif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) bersama Agile Indonesia menyelenggarakan Indonesia Agile Conference 2025 pada Kamis (6/11/2025). Forum ini menjadi wadah bagi para profesional lintas industri untuk saling berbagi wawasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam penerapan cara kerja Agile dan manfaatnya bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Penyelenggaraan acara ini merupakan wujud nyata komitmen Danamon dalam mendorong penerapan cara kerja Agile atau Agile Ways of Working (Agile WoW) melalui pemberdayaan para profesional Agile di Indonesia.
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Daisuke Ejima, menjelaskan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi sarana kolaboratif yang memacu inovasi dan efisiensi di berbagai sektor industri.
“Danamon bangga dapat menyelenggarakan Indonesia Agile Conference 2025. Kami berharap forum ini dapat menjadi platform bagi para profesional untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman tentang pendekatan cara kerja Agile pada berbagai industri. Danamon percaya penerapan Agile WoW tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja, tetapi menajamkan kemampuan bisnis dalam menanggapi kebutuhan nasabah dan dinamika pasar,” ujar Ejima.
Ia menambahkan bahwa pendekatan Agile telah diterapkan Danamon dalam pengembangan solusi perbankan, salah satunya melalui aplikasi mobile banking D-Bank PRO. “Semoga forum ini dapat menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk mengadopsi Agile sebagai bagian dari budaya kerja inovatif,” imbuhnya.
Baca Juga
Waspada Penipuan 'Deepfake', Danamon Ajarkan Nasabah Cara Menghindarinya
Dengan mengusung tema “Agile Beyond Team Dynamics to Organizational Impacts,” Indonesia Agile Conference 2025 menghadirkan Jeff Sutherland, pencetus metode Agile dan Scrum yang kini menjadi kerangka kerja global dalam transformasi organisasi modern. Selain itu, acara ini juga menghadirkan pembicara dari berbagai sektor industri yang telah menerapkan cara kerja Agile di lingkungan kerja masing-masing.
Para pakar, praktisi, dan peserta berpartisipasi dalam beragam sesi seperti diskusi panel, lokakarya, serta unconference — percakapan kolaboratif yang dipimpin langsung oleh peserta mengenai berbagai topik seputar Agile.
Agile WoW sendiri merupakan pendekatan kerja berbasis growth mindset yang fleksibel, dengan proses iteratif yang berfokus pada peningkatan berkelanjutan, kolaborasi tim, serta penciptaan nilai bagi pelanggan. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk merespons perubahan secara adaptif dan terus memperbaiki hasil kerja melalui umpan balik berkesinambungan.
Dengan prinsip customer-centricity, setiap tahapan kerja — mulai dari perencanaan hingga peluncuran produk — diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengguna dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Konsep ini kini semakin relevan seiring dengan meningkatnya penerapan metode Agile di berbagai bidang di luar ranah digital dan teknologi informasi, mencakup industri keuangan, manufaktur, hingga sektor publik.

