Perdagangan Rupiah Dibuka Melemah Tipis 0,01% ke Rp 16.618 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka melemah usai pengumuman the Fed yang memutuskan memangkas FFR sebesar 25 basis poin (bps). Rupiah melemah -0,01% ke Rp 16.618 per US$ pada Kamis (30/10/2025).
"Kompak" dengan Mata Uang Garuda, won Korea Selatan dan ringgit Malaysia juga melemah. Won melemah -0,13% dan ringgit melemah -0,28%.
Sementara itu, mata uang sejumlah negara di kawasan Asia mengalami penguatan. Yuan China menguat 0,01%, yen Jepang juga menguat 0,14%, dan dolar Singapura menguat 0,04%.
Dua mata uang utama di kawasan yaitu euro Uni Eropa dan poundstreling Inggris menguat terhadap dolar AS masing-masing 0,10% dan 0,08%.
Baca Juga
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan indeks dolar AS atau DXY naik 0,55 bps ke 99,22 (turun 9,27 bps sejak awal tahun) menjelang hasil rapat FOMC.
"USD/IDR hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.585 – 16.660 per US$," kata dia.
The Fed menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps pada pertemuan Oktober 2025, sesuai ekspektasi, dan mengumumkan berakhirnya kebijakan pengetatan kuantitatif.
Penghentian pengurangan neraca The Fed akan dimulai pada awal Desember, dengan menggulirkan kembali seluruh surat utang pemerintah AS yang jatuh tempo dan menginvestasikan kembali aset MBS ke dalam treasury bills. Langkah ini bertujuan untuk meredakan tekanan di pasar pendanaan overnight baru-baru ini.
"Kontrak berjangka suku bunga masih memperkirakan tiga kali pemangkasan tambahan hingga Juli tahun depan," ujar Andry.
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping siap meresmikan gencatan perdagangan dan tarif pada Kamis di Korea Selatan setelah berbulan-bulan ketegangan.

