Laba Bersih BTPN Syariah Tumbuh 23%, Fondasi untuk Kinerja Lebih Baik di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk kembali menorehkan kinerja positif pada kuartal III-2025, menandai perolehan laba tiga kuartal berturut-turut tahun ini. Laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp 945 miliar atau tumbuh 23% secara tahunan (year on year/YoY).
“Penyaluran pembiayaan mencapai Rp 9,8 triliun. Rasio keuangan juga tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,5% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,4%. Kualitas pembiayaan menjadi fondasi utama yang menopang pertumbuhan laba bersih Bank secara konsisten selama tiga kuartal berturut-turut,” kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad pada Selasa (28/10/2025). Dia diampingi Financial Control & Analytic Head BTPN Syariah, Andrew Adhitia.
Fachmy menegaskan bahwa kinerja solid di kuartal III, dan ini akan berlanjut di kuartal IV, merupakan fondasi yang kuat untuk meraih performa tahun depan yang lebih baik, meskipun tahun depan kondisinya sangat menantang. “Kita memang belum tahu kondisi tahun depan seperti apa. Tapi kita sudah mengantisipasi semuanya. Apalagi nanti ada bisnis-bisnis baru, tentu akan memperkuat kinerja,“ ucap Fachmy.
Fachmy menjelaskan, BTPN Syariah senantiasa membangun empat perilaku unggul nasabah BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu) agar mereka mampu bertahan dan tumbuh dalam berbagai situasi. Kedisiplinan nasabah hadir di kumpulan dan kekompakan di setiap sentra mendorong semangat untuk mengembangkan usaha, sehingga berdampak langsung pada kelancaran pembayaran angsuran dan solidnya kinerja keuangan Bank.
"Kedisiplinan dan kekompakan nasabah menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas pembiayaan dan pertumbuhan kinerja Bank. Kami bersyukur, dapat melewati periode ini dengan baik, memastikan pembiayaan yang terjaga kualitasnya menjadi upaya kami untuk memastikan kinerja keuangan yang tetap solid," tuturnya.
Upaya ini juga tak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh Community Officer (CO), sebagai ujung tombak dalam melayani masyarakat inklusi. BTPN Syariah terus memperkuat kapasitas Community Officer melalui berbagai program pengembangan talenta internal. Bank meyakini bahwa pendampingan intensif yang mereka lakukan menjadi kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan dan mendorong perilaku unggul nasabah.
“Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja mereka, Bank memberikan penghargaan khusus kepada Community Officer berprestasi, salah satunya dengan kesempatan untuk turut mendampingi nasabah dalam Program Umrah Satu Pesawat—program unggulan yang menjadi simbol keberhasilan dan semangat kebersamaan di sentra-sentra inspiratif,” kata Fachmy.
Selain memberikan pendampingan secara intensif, BTPN Syariah juga menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi kedisiplinan nasabah melalui berbagai bentuk program reward. Mulai dari insentif bagi individu dengan riwayat pembayaran yang baik, hadiah untuk sentra-sentra yang menunjukkan kekompakan dan semangat BDKS, hingga Program Umrah Satu Pesawat untuk sentra inspiratif.
Program ini diberikan kepada kelompok nasabah yang secara konsisten menjalankan prinsip BDKS, disiplin dalam membayar angsuran, serta aktif memberi dampak positif bagi komunitas sekitarnya. Tahun ini, jumlah sentra yang diberangkatkan meningkat menjadi 18, naik signifikan dari 10 sentra pada tahun sebelumnya, dengan total kurang lebih 380 orang.
“Beragam bentuk apresiasi yang kami berikan mencerminkan komitmen BTPN Syariah untuk mempercepat terwujudnya niat baik nasabah. Kami berharap apresiasi ini tidak hanya menjadi motivasi bagi nasabah untuk terus konsisten menjalankan empat perilaku unggul, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sentra-sentra lain di berbagai penjuru negeri. Ke depan, kami akan terus menghadirkan bentuk apresiasi dan insentif yang relevan dan berdampak bagi jutaan nasabah kami,” ujar Fachmy Achmad, alumni Unpad Bandung tersebut.
BTPN Syariah yang menjadi perusahaan terbuka pada 8 Mei 2018 dengan kode saham BTPS itu masuk KBMI 2 dengan 14,7 ribu karyawan (96% perempuan dan 52% lulusan SMA). Bank telah telah melayani 7 juta nasabah dengan 3,8 juta nasabah aktif di 260 ribu komunitas di 2.650 kecamatan di 26 provinsi Indonesia.
Pemberdayaan Umat
Fachmy menyebut bahwa BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable). Perempuan menjadi target utama pemberdayaan karena BTPN Syariah percaya, bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya.
Adapun dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro. Dengan demikian, Bank membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bersama-sama memberdayakan umat.
“Perjalanan nasabah sejak awal sampai mendapatkan reward-reward terbaiknya dijaga oleh BTPN Syariah sehingga tidak hanya nasabah, namun seluruh pemangku kepentingan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memiliki hidup yang lebih berarti.
Program pemberdayaan ini dilakukan oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO). Mereka adalah #bankirpemberdaya, perempuan muda lulusan SMA yang terlatih dan memiliki motivasi tinggi dalam mendampingi keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
Dengan fokus bisnis tersebut, BTPN Syariah ikut memberdayakan masyarakat inklusi Indonesia. Hal ini terbukti dari pemantauan internal BTPN Syariah terhadap setiap nasabah. Hasil survei dan pemantauan tersebut menunjukkan bahwa nasabah yang mengalami kemiskinan ekstrem terus menurun dan jumlah keluarga dengan anak bersekolah meningkat.

