OJK Gandeng PBNU dan LPS Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Literasi Keuangan Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan kemandirian ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, pesantren memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi umat melalui literasi keuangan dan kewirausahaan.
“OJK berkomitmen membangun kemandirian umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat yang berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga
Airlangga: Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas 2045
Menurut Friderica, keuangan syariah memiliki tiga karakter utama yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional, yaitu mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat stabilitas perekonomian, dan mewujudkan sistem keuangan yang inklusif untuk seluruh masyarakat.
“Ketiga nilai tersebut menjadi dasar penting bagi OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat,” katanya.
Selain itu, OJK juga melanjutkan edukasi dengan menjadi narasumber dalam program OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mengajar di SMAN 3 Yogyakarta, bersama Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Baca Juga
OJK Tanamkan Nilai Integritas ke Mahasiswa Lewat Program OJK Mengajar di Garut
Di acara tersebut, Friderica menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda yang kini semakin akrab dengan layanan keuangan digital.
“Teknologi memang memudahkan hidup kita, tapi juga membawa risiko. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk berhati-hati dalam berbagai data pribadi dan memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara bijak,” ucapnya.
Friderica menyatakan, terdapat hubungan erat antara tingkat literasi keuangan dengan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan, semakin baik pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, semakin besar pula peluang untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri secara finansial.

