BRI (BBRI) Jadi Emiten Big Cap dengan Penerapan GCG Terbaik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI kembali meraih apresiasi atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) pada ajang “The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award 2025” di Jakarta, baru-baru ini. BRI tercatat sebagai salah satu perusahaan dalam daftar top 50 emiten dengan kapitalisasi pasar besar (Big Cap PLCs) yang menerapkan GCG terbaik.
Apresiasi ini diberikan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) kepada perusahaan-perusahaan publik yang dinilai memiliki kapabilitas unggul serta konsisten dalam mengimplementasikan praktik GCG yang sehat, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penilaian dilakukan secara independen terhadap 200 emiten publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2023.
Baca Juga
Kinerja Bank Agustus 2025: BTPS dan BBRI Tetap Solid, BRIS Tertekan, Bagaimana Sahamnya?
Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto menyampaikan, penghargaan ini menjadi dorongan positif bagi perseroan.
“Masuknya BRI dalam daftar Top 50 Emiten Big Cap mencerminkan upaya berkesinambungan kami dalam mewujudkan bisnis yang berintegritas melalui tata kelola yang sehat. Kami meyakini penerapan GCG bukan hanya kewajiban, tetapi juga fondasi untuk mendukung pertumbuhan usaha yang unggul dan berkelanjutan,” ujar Solichin dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/10/2025).
Solichin menjelaskan, apresiasi ini memperlihatkan bahwa BRI terus berkomitmen menjaga standar tata kelola perusahaan dengan prinsip governance, risk, and compliance (GRC). Hal ini mendukung langkah BRI dalam membangun bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan publik.
"Kami akan terus menjaga konsistensi dalam mengedepankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. BRI percaya bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan kinerja finansial, tetapi juga oleh komitmen menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan," papar Solichin.
Ketua Umum IICD sekaligus Ketua Umum Indonesian Institute for Public Governance (IIPG), Rudiantara mengungkapkan, praktik governansi yang baik dapat menjadi penopang utama bagi ketahanan perusahaan.
Dia menambahkan, dengan mengusung tema “Building Resilience through Good Governance: Thriving in Turbulent Times”, IICD menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang kuat untuk memperkuat daya tahan bisnis di tengah dinamika global.
Baca Juga
Bos BRI (BBRI) Sebut Laba Perseroan Justru Positif di Semester I, Ini Alasannya
Acara itu juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Co-Head Global Asset Allocation & Investment Management APAC dari UBS, Adrian Zuercher serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sinergi regulator, pelaku usaha, dan investor.
Penerapan prinsip GCG ini menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan aspirasi perusahaan untuk menjadi kelompok perbankan yang adaptif, berdaya saing, dan inklusif di kawasan regional.

