Harga Bitcoin Naik Terus, Bakal Tembus US$ 200.000 Tahun Ini?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH), menembus di atas US$ 125.500 pada awal Oktober 2025. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap penutupan Pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan berlangsung hingga 3 minggu ke depan.
Data dari TradingView yang dikutip Pintu pada Selasa (7/10/2025) menunjukkan bahwa harga Bitcoin sempat mencapai kisaran US$ 126.000, naik lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menandai reli berkelanjutan sejak awal bulan, yang dimulai dari level sekitar US$ 114.000 saat penutupan pemerintahan AS dimulai pada 1 Oktober.
Baca Juga
Sempat Tembus Rekor Tertinggi di US$ 126.008, Kini Bitcoin Terkoreksi ke US$ 124.503
Penutupan Pemerintahan AS (US government shutdown) menunda sejumlah data ekonomi penting, memicu kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal dan ekonomi negeri Paman Sam. Di tengah kondisi tersebut, banyak investor global beralih ke bitcoin sebagai aset lindung nilai (safe-haven asset) melalui strategi yang dikenal sebagai debasement trade, yakni langkah untuk menjaga nilai kekayaan di tengah pelemahan mata uang dan ketidakpastian makroekonomi.
Fenomena ini juga berdampak pada kinerja Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin, yang mencatat arus masuk dana mingguan terbesar kedua selama 2025. Berdasarkan laporan CoinGape, total dana yang masuk mencapai US$ 3,24 miliar, menandai titik balik positif setelah periode fluktuasi yang cukup panjang.
Optimisme terhadap kelanjutan reli Bitcoin turut diperkuat oleh proyeksi lembaga keuangan besar. Standard Chartered memperkirakan bahwa harga bitcoin berpotensi naik hingga US$ 135.000 dalam waktu dekat, bahkan bisa menembus US$ 200.000 sebelum akhir 2025.
Prediksi tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap ETF Bitcoin dan meningkatnya adopsi aset kripto oleh investor institusional. Berdasarkan data dari Polymarket, terdapat peluang 68% bahwa bitcoin akan menyentuh level US$ 130.000 bulan ini, serta peluang 38% untuk mencapai US$ 135.000.
Sementara itu, analis kripto Titan of Crypto mencatat bahwa pola pergerakan harga bitcoin saat ini menunjukkan kanal menanjak yang kuat. Ia memperkirakan BTC berpotensi menembus US$ 135.000 sebelum akhir Oktober, sejalan dengan arah tren jangka menengah yang masih bullish.
Baca Juga
Harga Bitcoin Melejit 11% Sepekan, Trader Muda Ini Proyeksi BTC Bisa Tembus US$ 200.000
Kenaikan bitcoin ke level rekor baru juga mencerminkan momentum psikologis positif di pasar kripto. Banyak pelaku pasar menilai, penurunan nilai dolar AS—yang kehilangan lebih dari 10% sepanjang tahun—mendorong investor mencari alternatif aset dengan potensi lindung nilai yang lebih baik.

