Digitalisasi Ekonomi Desa: Simkopdes dan Koperasi Manis Dorong Koperasi Naik Kelas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 413 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Simalungun, Sumatera Utara, mengikuti Workshop Percepatan Operasionalisasi KDKMP pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Digitalisasi melalui Simkopdes dan kolaborasi lewat program Koperasi Manis membuka babak baru terhadap gerakan koperasi Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih memperkenalkan Simkopdes, yaitu platform digital untuk sistem informasi dan manajemen koperasi desa.
Baca Juga
Koperasi Kana Gandeng Kopdes Merah Putih, Perkuat Distribusi Gula Putih di Indonesia
“Transformasi digital melalui Simkopdes bukan sekadar pembaruan sistem, tetapi menjadi pintu masuk bagi koperasi desa menuju kemitraan, akses pinjaman, dan jejaring usaha yang lebih luas,” ujar Henra optimistis seperti dalam rilis yang diterima Investortrust di Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Ia menegaskan, modernisasi koperasi merupakan agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput. Kini, koperasi desa tidak lagi bisa bertumpu pada pencatatan manual dan jaringan usaha terbatas. “Digitalisasi adalah keniscayaan. Dengan Simkopdes, koperasi desa memiliki kesempatan tampil setara dengan entitas bisnis modern,” tegasnya.
Workshop tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih dan Benny Gusman Sinaga, serta Kepala LPDB Sumatera Laode Karsid. Sejumlah mitra strategis seperti BRI, Bulog, PT Pos Indonesia, KSP Nasari, BPJS Kesehatan, dan ID Food juga hadir, memperkuat sinergi koperasi desa sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi nasional.
Digitalisasi melalui Simkopdes dan kolaborasi lewat program Koperasi Manis membuka babak baru gerakan koperasi Indonesia. Kini koperasi tak hanya menjadi wadah simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi digital berbasis komunitas.
KDKMP di Simalungun menjadi contoh nyata bagaimana inovasi, kolaborasi, dan dukungan pemerintah mampu mengubah wajah ekonomi pedesaan. Henra menegaskan, keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga dari dampak langsung terhadap kesejahteraan anggota. “Koperasi bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk solidaritas ekonomi. Digitalisasi hanyalah alat untuk memperkuat kemandirian masyarakat,” tutupnya.
Program Koperasi Manis
Pada momentum yang sama, Koperasi Konsumen Kana memperkenalkan program “Koperasi Manis”, sebuah model kolaborasi digital dan ritel yang mendukung percepatan pertumbuhan KDKMP.
Ketua Harian Koperasi Konsumen Kana Tresya Wijaya menjelaskan, program ini membantu koperasi desa berkembang sebagai pusat distribusi sembako yang efisien dan berkelanjutan.
“Kami ingin koperasi desa tidak hanya menabung atau meminjam, tapi juga berjualan dan tumbuh. Koperasi Manis menyediakan barang konsinyasi senilai Rp200 juta serta dukungan operasional Rp2 juta bagi koperasi yang memenuhi syarat,” ungkap Tresya.
Baca Juga
Koperasi Kana dan Kopdes Teken MoU, Perkuat Rantai Pasok Pangan Lewat Program Koperasi Manis
Melalui sistem digital ritel, koperasi desa dapat mengelola toko modern dengan pasokan langsung dari Koperasi Kana, meliputi kebutuhan pokok seperti gula, kecap, bawang putih, dan makanan kaleng.
Hingga kini, lebih dari 400 KDKMP di Jawa Timur telah bergabung dan 12 koperasi di antaranya sudah menandatangani perjanjian kerja sama resmi. “Kami berkomitmen mendukung pemerintah memperkuat usaha ritel koperasi desa. Hingga 2026, kami targetkan 700 KDKMP bergabung dengan potensi dana Rp 400 miliar, naik menjadi Rp 3 triliun pada 2028, dan Rp 20 triliun pada 2030,” ujar Tresya penuh keyakinan.

