Tawarkan 3 Keunggulan Ini, Prudential Syariah Rilis Produk Tradisional Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk menyediakan solusi perlindungan jiwa yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, Prudential Syariah meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional terbaru bernam Pru Heritage Syariah Essential Plan. Produk ini menawarkan tiga keunggulan utama, yaitu proteksi hingga usia 100 tahun, fitur booster proteksi, hingga menyediakan fitur wakaf.
Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahudin mengungkapkan, keunggulan pertama dari produk baru ini adalah perlindungan jangka panjang hingga usia 100 tahun dengan manfaat santunan meninggal dunia (death benefit).
“Ini memberikan ketenangan dari beragam risiko di masa depan. Di mana keluarga yang ditinggalkan akan mendapat death benefit yang bisa menjadi hadiah atau kado di masa depan," ujarnya, saat sambutan di acara Peluncuran Pru Heritage Syariah Essential Plan, di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga
Karena 3 Faktor Ini, Studi Prudential Ungkap 9 dari 10 Pasien di Indonesia Tunda Perawatan Kesehatan
Fitur kedua, lanjut Iskandar, adalah booster proteksi. Di mana santunan asuransi akan meningkat 10% setiap lima tahun hingga maksimal 50% mulai dari tahun polis ke-11. Semua yang didapat nasabah ini tanpa kenaikan biaya kontribusi (premi).
“Fitur ini penting untuk mengantisipasi inflasi dan ketidakpastian ekonomi di masa depan,” katanya.
Keunggulan terakhir, yaitu fitur wakaf yang memungkinkan santunan disalurkan ke lembaga terpercaya mitra Prudential Syariah, sehingga warisan yang ditinggalkan dapat memberi manfaat dan berkah bagi masyarakat luas.
“Kita memang tidak bisa memprediksi masa depan, tapi kita bisa mempersiapkan masa depan dari sekarang. Pru Heritage Syariah Essential Plan hadir untuk membantu setiap keluarga menjaga amanah, memastikan impian orang yang kita cintai tetap terwujud meski kita tidak lagi bersama mereka,” ucap Iskandar.
Baca Juga
Gandeng 3 Profesor di Bidang Kesehatan, Prudential Bakal Bentuk Dewan Penasihat Medis Sendiri
Di lain sisi, kata dia, hadirnya produk asuransi syariah tradisional baru ini juga untuk menjawab mengenai tantangan penetrasi asuransi syariah yang masih rendah di Indonesia, hanya berada di kisaran 2,8%. Artinya, lebih dari 80 juta keluarga masih merencanakan masa depannya tanpa perlindungan yang memadai.
Menurutnya, hal ini bisa dimengerti karena masyarakat Indonesia dihadapkan pada pilihan yang cukup rumit, termasuk produk asuransi yang tidak mudah dijangkau dan seringkali sulit dipahami. Ditambah, sebagian masyarakat menilai bahwa produk asuransi hanya bisa dimiliki oleh orang yang punya kemampuan finansial yang lebih.
“Padahal, jutaan keluarga Indonesia membutuhkan solusi perlindungan yang simpel, sederhana, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Iskandar.

