Maruarar Sirait: Bunga Rumah Subsidi Tidak Naik, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga bunga kredit rumah subsidi tetap stabil. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara akad massal 26.000 rumah subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang sekaligus menjadi momentum serah terima kunci rumah kepada masyarakat. Acara tersebut dipusatkan di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).
Dalam pernyataannya, Maruarar menyampaikan bahwa meskipun terdapat sejumlah perbankan yang mulai menaikkan suku bunga kredit perumahan, hal tersebut tidak berlaku bagi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah memastikan bunga FLPP tetap berada di angka 5 persen.
“Bunga untuk rumah subsidi tidak naik. Yang lain mungkin ada yang naik. (Bunga) rumah subsidi buat rakyat, bunganya tetap. Itu luar biasa, saya banyak bertemu dengan rakyat dan mereka terharu. Itulah bukti negara hadir,” ujar Maruarar.
Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir dalam kesempatan tersebut juga menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk terus menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, khususnya MBR. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa program perumahan rakyat yang tengah dijalankan merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Baca Juga
Program ini didukung oleh sejumlah terobosan strategis, seperti pemberlakuan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) gratis bagi MBR, percepatan sekaligus penggratisan proses persetujuan bangunan gedung (PBG), hingga peningkatan kuota FLPP dari semula 220.000 menjadi 350.000 unit. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah penyaluran FLPP di Indonesia.
Selain jumlah unit yang meningkat, keberlanjutan bunga subsidi di angka 5 persen juga menjadi bentuk nyata dari keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Pemerintah menilai bahwa stabilitas bunga ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan cicilan rumah yang bisa membebani keuangan keluarga penerima manfaat.
Dengan kebijakan ini, baik Maruarar Sirait maupun Presiden Prabowo berharap rakyat Indonesia, khususnya MBR, semakin merasakan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, yaitu memiliki rumah yang layak huni, terjangkau, dan aman secara legalitas.

