Ini Alasan Abdy Salimin Mundur dari Kursi Direktur Bank Permata
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengumumkan pengunduran diri Abdy Dharma Salimin dari jabatannya sebagai direktur. Keputusan itu disampaikan perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, tertanggal 29 September 2025.
Manajemen menjelaskan, pengunduran diri Abdy sejalan dengan arah strategis grup Bangkok Bank Public company Limited (BBL) selaku induk usaha Permata Bank. Abdy akan ditugaskan menjalankan peran baru yang telah ditentukan di Bangkok Bank.
“Terkait dengan hal tersebut, perseroan telah menerima surat pengunduran diri beliau pada jabatannya sebagai direktur perseroan pada tanggal 28 September 2025,” tulis manajemen Bank Permata, dalam keterbukaan informasi di BEI, Senin (29/9/2025).
Sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (3) Peraturan OJK (POJK) No.33/2014, lanjut manajemen, keputusan atas pengunduran diri Abdy akan dibawa ke rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2025 mendatang.
“Tidak ada dampak kejadian yang bersifat material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” kata manajemen.
Profil singkat Abdy Dharma Salimin
Abdy Dharma Salimin merupakan warga negara Indonesia (WNI) berusia 59 tahun dan berdomisili di Jakarta. Ia meraih gelar Bachelor of Commerce dari University of Toronto, Kanada, pada 1989.
Karirnya di Bank Permata dimulai setelah ia diangkat sebagai direktur teknologi dan operasi melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 26 Agustus 2016, efektif per 1 Desember 2016. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada RUPS Tahunan 2020 dan 2023. Di internal, ia juga menjabat sebagai ketua komite pengarah teknologi informasi serta anggota komite manajemen risiko.
Sebelum bergabung dengan Permata Bank, Abdy menghabiskan lebih dari dua dekade berkarir di Standard Chartered, dengan pengalaman lintas negara di Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan India.
Sejumlah posisi strategis pernah dia emban di sana, antara lain Global Technology Head for Retail Banking (2015-2016), Global Product Engineering Head for Wholesale & Retail Banking (2013-2015), hingga Chief Information Officer di berbagai divisi global (2008-2013).

