Likuiditas Ketat, BNI Genjot CASA Transaksional untuk Jaga Efisiensi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) terus mendorong pertumbuhan dana murah atau current account and saving account (CASA) guna menjaga efisiensi di tengah kondisi likuiditas yang masih ketat.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, CASA pihaknya tumbuh tumbuh 18,7% secara year on year (yoy) per Juni 2025. Kenaikan tersebut mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72%, dari sebelumnya 70,7% di periode yang sama 2024.
“Kami melihat pertumbuhan atau penguatan CASA sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat kapasitas ekspansi kredit di semester kedua 2025. Lonjakan CASA mencerminkan keberhasilan BNI dalam memperkuat fondasi bisnis secara digitalisasi,” ujarnya, dalam Press Conference Public Expose Kinerja Semester I 2025 yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025).
Baca Juga
Meski kondisi likuiditas di pasar hingga Juni 2025 masih relatif ketat yang tercermin dari tren kenaikan biaya dana atau cost of fund, BNI memiliki strategi utama yang berfokus pada optimalisasi struktur pendanaan melalui peningkatan porsi dana berbiaya rendah.
“Khususnya CASA transaksional,” kata Paolo.
Baca Juga
Transformasi Digital dan Diversifikasi Kredit Jadi Pilar Kinerja BNI (BBNI) di Semester I 2025
Upaya peningkatan CASA tersebut, lanjut dia, turut ditopang oleh penguatan ekosistem digital dan solusi cash management. “Melalui platform Wondr dan juga BNI Direct yang diharapkan menjadi katalis penurunan biaya dana secara bertahap untuk ke depannya,” ucap Paolo.

