Petani Pandeglang Dirikan Koperasi Hortikultura, Bidik 500 Anggota
Poin Penting
|
BANTEN, investortrust.id – Sekelompok petani hortikultura di Kampung Cirumput, Pandeglang, Banten, membentuk Koperasi Bangun Tani Makmur dengan pendampingan dari Agriterra, organisasi internasional yang fokus memperkuat koperasi petani. Koperasi yang baru berdiri ini telah menghimpun 23 anggota, dan ditargetkan bisa menjangkau lebih dari 500 petani di wilayah tersebut.
Berbeda dengan koperasi lain yang biasanya tumbuh secara swadaya, Koperasi Bangun Tani Makmur hadir dengan dukungan awal dari perusahaan swasta yang selama ini menjadi mitra petani. Selain menyerap hasil panen, perusahaan tersebut juga memberikan suntikan modal, sehingga memperkuat ekosistem pertanian lokal.
“Model koperasi seperti ini bisa jadi inspirasi bagi perusahaan yang berkomitmen pada pemberdayaan petani. Melalui koperasi, dukungan tidak hanya untuk individu, tapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa,” ujar Aditya Mirzapahlevi Saptadjaja, Cooperative Advisor Agriterra dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga
Ketua Koperasi Bangun Tani Makmur Dadang menambahkan bahwa keberadaan koperasi memberi manfaat langsung kepada petani. Selain menekan biaya sarana produksi pertanian (saprotan) melalui pembelian kolektif, koperasi juga memfasilitasi pinjaman produktif berbasis simpanan wajib. Skema ini membantu petani menghindari ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi dari lembaga nonformal.
Dari sisi pemasaran, hasil panen yang dipasarkan melalui koperasi memberikan harga lebih baik bagi petani. Anggota juga berhak atas sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun, yang menambah pendapatan mereka. “Petani hortikultura menghadapi banyak risiko, dari harga fluktuatif hingga gagal panen. Dengan koperasi, risiko ini bisa dikelola bersama,” jelas Aditya.
Baca Juga
Kemenkop dan Komdigi Perkuat Kerja Sama untuk Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih
Agriterra menilai hortikultura sebagai sektor strategis dengan nilai ekonomi tinggi dan siklus tanam cepat. Organisasi ini telah mendampingi lebih dari 30 koperasi petani dan nelayan di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai lebih dari Rp 500 miliar dan kontribusi ekspor senilai Rp 1,1 miliar serta US$ 3 juta.

