Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Jasa Raharja dan Korlantas Polri menggelar upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
"Keselamatan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan konkrit yang berdampak langsung pada tatanan hidup masyarakat. Kita semua menyadari bahwa implikasi laka lantas akan langsung dapat mempengaruhi aspek psikologi, kesehatan, ekonomi, dan berujung pada aspek sosial korban dan keluarga korban,” kata Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana dalam keterangan di Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Baca Juga
Rem Tak Berfungsi Akibatkan Kecelakaan Beruntun di Bawen
Shifting Pelayanan
Dewi menyampaikan, pada kuartal III-2022, telah dilakukan shifting pelayanan BUMN ini yang berfokus pada upaya pencegahan kecelakaan yang terukur. Upaya itu diawali dengan konsiyering bersama KNKT, Korlantas Polri, dan akademisi ITB dalam penyusunan buku Konsiyering Pemetaaan Titik Rawan Laka dan Upaya Pencegahan Kecelakaan, yang telah diberikan juga kepada stakeholder terkait dan mendapatkan apresiasi positif.
Di tahun ini, lanjut Dewi, Jasa Raharja kembali menyusun buku yang sama. Selama prosesnya, Jasa Raharja telah melakukan konsinyering bersama KNKT pada September dan pihak akademisi ITB pada Oktober lalu. Tujuan dari konsinyering tersebut untuk mendapatkan rekomendasi yang berfokus pada socio-engineering dalam meningkatkan keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.
Dear Pemudik, Ini Titik-Titik Rawan Bencana Jelang Libur Nataru
"Latar belakang pembuatan buku tersebut salah satunya untuk terus mendorong program kerja divisi pelayanan Jasa Raharja, khususnya terkait pencegahan, agar semakin efektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian akan bisa menghadapi tantangan untuk dapat melakukan quick wins yang terukur dalam jangka pendek,” ujarnya.
Lebih lanjut Dewi menyampaikan, sampai November 2023, terjadi penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas, yakni penurunan santunan meninggal dunia, sebesar 3,87%. Korban meninggal dunia juga turun sebesar 5,58%.
“Kami optimistis terdapat dampak dari konsiyering yang telah kami laksanakan pada periode semester I-2023 dibanding periode sebelumnya, walau belum signifikan terhadap santunan karena bersifat fruktuatif dari bulan ke bulan,” ucap Dewi.

