OJK Gelar 3.212 Kegiatan Edukasi, Jangkau 6,3 Juta Peserta di Seluruh Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan telah menyelenggarakan 3.212 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 6.359.861 peserta di seluruh Indonesia sejak 1 Januari 2025 hingga 25 Juli 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, platform digital Sikapi Uangmu yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi telah menerbitkan 191 konten edukasi dengan total 1.239.309 viewers.
"Selain itu, terdapat 17.028 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dengan total akses modul sebanyak 7.617 kali dan penerbitan 3.771 sertifikat kelulusan modul," ujar Friderica dalam acara Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juli 2025 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Friderica menjelaskan, upaya peningkatan literasi keuangan tersebut didukung oleh penguatan program inklusi keuangan melalui kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh provinsi (38 Provinsi) dan Kabupaten/Kota (514 Kabupaten/Kota) di Indonesia.
Selanjutnya, dalam rangka pelaksanaan kegiatan literasi dan inklusi keuangan selama Juli 2025, OJK telah melakukan beberapa bentuk inisiatif OJK. Secara rinci, pada periode Januari sampai dengan 25 Juli 2025 telah diselenggarakan implementasi GENCARKAN melalui penyelenggaraan 23.944 program yang telah menjangkau 144,5 juta peserta di seluruh Indonesia.
"Kegiatan tersebut terdiri atas edukasi keuangan secara langsung sebanyak 14.105 kegiatan yang menjangkau 4,1 juta peserta serta edukasi keuangan digital sebanyak 9.839 konten yang menjangkau 140,4 juta viewers," ungkap Friderica.
Baca Juga
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK Terima 204.011 Laporan, Total Kerugian Capai Rp 4,1 Triliun
Kemudian, penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) bagi Anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tanggal 2 Juli 2025 secara hybrid yang diikuti oleh 279 anggota KOWANI. Lalu, kegiatan Diseminasi Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (Pedoman SETARA) dan Pelatihan Sensitivitas Layanan bagi Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK) yang dilaksanakan secara tatap muka di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 28 PUSK di daerah Sumatera Selatan, organisasi penyandang disabilitas (OPDis), dan Prospera sebagai mitra penyelenggara acara.
Selain itu, dalam rangka penguatan dan optimalisasi TPAKD, OJK telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Indikator Inklusi Keuangan (IUP Nomor 34) Level Kabupaten/Kota dalam Dokumen RPJMD 2025-2029 pada tanggal 30 Juni sampai dengan 2 Juli 2025 yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Bappeda dan TPAKD se-Indonesia. Dalam kegiatan dimaksud disosialisasikan bahwa Inklusi Keuangan merupakan salah satu dari 45 Indikator Utama Pembangunan (IUP) dalam RPJPN 2025-2045, yang wajib diturunkan menjadi Indikator Kinerja Daerah (IKD) dalam rencana pembangunan Pemerintah Daerah di tingkat kabupaten/kota.
Adapun IKD di tingkat kabupaten/kota, diukur menggunakan indikator Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD). Selanjutnya, telah dilakukan tindak lanjut sosialisasi di wilayah Provinsi Banten secara virtual pada tanggal 8 Juli 2025.
Baca Juga
Atasi Kejahatan Keuangan Digital, OJK Terapkan 3 Strategi Ini
Kemudian, kegiatan sosialisasi mengenai Arah Strategis TPAKD dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPAKD Se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo pada 3 Juli 2025 di Manado yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Gorontalo, serta seluruh TPAKD tingkat provinsi/kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dalam kegiatan dimaksud disampaikan informasi arah strategi pelaksanaan TPAKD tahun 2025 serta penjelasan pelaksanaan program kerja yang sejalan dengan tematik TPAKD tahun 2025, yaitu Akselerasi Pemanfaatan Produk/Layanan Keuangan Pasar Modal.
Lebih lanjut, dalam rangka mendorong implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan menanamkan budaya menabung sejak dini, OJK melaksanakan Pilot Project Pembukaan Rekening Pelajar secara masif di Kota Denpasar pada tanggal 23 Juli 2025, dan di Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 24 Juli 2025. Sebanyak 2.130 sekolah dan 538.110 siswa/i menjadi target Pilot Project KEJAR.

