Allo Bank Percepat Momentum Positifnya pada Kuartal II 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan pertumbuhan laba bersih setelah pajak (belum diaudit) sebesar 27% year on year (yoy) menjadi Rp 115 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025. Ini memenuhi tujuan bank untuk menjalankan operasional bisnis secara menguntungkan dengan menyediakan solusi perbankan yang disesuaikan bagi nasabah ritel, UMKM dan korporat yang membutuhkan namun kurang terlayani.
Sedangkan laba bersih Allo Bank setelah pajak (belum diaudit) untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025 mencapai Rp 227 miliar.
"Di tengah kondisi makro ekonomi yang penuh tantangan, kami sangat bersyukur bahwa Allo Bank mampu mencatatkan pertumbuhan secara kompetitif dan berkelanjutan dengan jumlah nasabah yang terus meningkat hingga dari 12,7 juta nasabah per akhir Juni 2025. Pertumbuhan sepanjang semester I 2025 ini melanjutkan momentum pertumbuhan 2024 yang cukup baik di mana berdasarkan kinerja tahun 2024, Allo Bank belum lama ini menebar dividen tunai untuk pertama kalinya dalam sejarah Bank sebesar Rp 233,4 miliar atau 50% dari laba bersih Bank pada tahun tersebut," kata Plt. Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah dalam siaran pers, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
Allo Bank dan ADVANCE.AI Jalin Kemitraan Hadapi Ancaman Deepfake
Kinerja operasional bank terus membaik selama periode tersebut. Pendapatan operasional naik 41% yoy pada 2Q25 menjadi Rp407 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Pada triwulan tersebut, pendapatan bunga bersih tumbuh 35% yoy menjadi Rp 358 miliar, sementara pendapatan berbasis biaya tumbuh 78% yoy menjadi Rp 82 miliar, didukung oleh penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.
Peningkatan laba bersih juga berkorelasi langsung dengan peningkatan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) yang tercatat masing-masing sebesar 4,3% dan 6,3% atau naik 20 bps dan 40 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Kredit yang disalurkan bank tercatat sebesar Rp 7,488 triliun pada akhir semester I 2025 didorong pertumbuhan terutama di segmen Retail Banking. Bank terus menunjukkan disiplin secara berkesinambungan dalam kualitas pinjamannya, yang tercermin pada Gross dan Net Non Performing Loan (NPL) masing-masing sebesar 1,5% dan 0,7% pada semester I 2025. Sementara itu, basis pendanaan kian beragam dan terus tumbuh. Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan signifikan sebesar 27% yoy menjadi Rp. 5,817 triliun yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.
Bank mempertahankan tingkat permodalan yang kuat terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan mengakhiri periode dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 83,1%, jauh di atas ketentuan batas minimal yang diterapkan oleh regulator. Ekuitas Bank meningkat 3% yoy menjadi Rp. 7,279 triliun, tumbuh positif secara organik dari perolehan laba ditahan dan laba berjalan. Posisi ekuitas yang kuat ini sangat suportif untuk mendukung aspirasi pertumbuhan Bank di masa depan dan memposisikan

