Momentum Positif Pasar Pendapatan Tetap Asia Diprediksi Berlanjut pada Semester II-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Manulife Investment Management memprediksi momentum positif pasar instrumen keuangan pendapatan tetap (fixed income) di Asia, termasuk Indonesia akan berlanjut pada semester II-2025.
“Momentum positif pendapatan tetap Asia terus berlanjut sepanjang tahun ini, dengan obligasi lokal Asia yang berkinerja lebih baik karena pelemahan dolar AS. Sementara instrumen utang Asia lainnya juga tetap menunjukkan ketahanan,” jelas Head of Asia ex-Japan Fixed Income Manulife, Murray Collis dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (12/7/2025).
Dalam analisisnya, Collis menemukan bahwa investor global dan Asia telah menunjukkan minat yang meningkat terhadap pasar pendapatan tetap Asia di paruh pertama tahun ini. Sebab, Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga The Fed (Fed Funds Rate/FFR) di 4,5% pada di semester I-2025.
Menurut dia, The Fed akan terus bersandar pada data dalam mengambil keputusan di masa depan. Kemudian tidak bereaksi secara impulsif terhadap kebijakan perdagangan yang masih dalam tahap negosiasi.
“Mereka juga cenderung mengamati dampaknya terhadap pertumbuhan dan inflasi saat kebijakan tersebut mulai berlaku,” sambungnya.
Pelaku pasar pun memperkirakan, The Fed akan melanjutkan pemotongan suku bunga di semester kedua dan hal ini akan menopang pasar pendapatan tetap secara keseluruhan.
“Di pasar domestik Asia, secara selektif kami melihat adanya ruang penurunan suku bunga untuk memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi akibat dampak tarif, seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina. Penurunan ini akan mendorong kinerja obligasi domestik di negara-negara tersebut,” tegas Collis.
Baca Juga
Reksa Dana Pendapatan Tetap Jadi Primadona Seiring Pertumbuhan Ekonomi 8%
Sementara itu, instrumen utang Asia dalam mata uang Dolar AS dipercaya akan terus menarik bagi investor karena imbal hasil yang atraktif dan durasi yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.
Collis melanjutkan, pendapatan tetap Asia siap meraih momentum positif di paruh pertama 2025 untuk membukukan kinerja tahunan yang menarik bagi para investor.
“Dengan ketidakpastian seputar posisi fiskal AS dan dolar AS yang kalah unggul sepanjang tahun ini, kami melihat minat yang lebih besar dari investor global dan investor Asia untuk kembali ke kawasan ini demi peluang investasi dan diversifikasi," pungkasnya.

