CIMB Niaga (BNGA) Hadirkan Solusi Keuangan di Purwokerto, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investorturst.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menghadirkan solusi keuangan yang mudah diakses dan efisien di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah untuk memperluas layanan perbankan digital dan fisik, serta meningkatkan pengalaman nasabah.
Head of Region Jawa Barat dan Jawa Tengah CIMB Niaga, Andiko Manik mengungkapkan, Purwokerto menjadi salah satu kota prioritas karena memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan pariwisata.
Nasabah di Purwokerto, menurut dia, kini dapat memanfaatkan berbagai layanan digital CIMB Niaga, seperti aplikasi OCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks, yang mendukung transaksi harian, pembayaran tagihan, pengajuan pinjaman, hingga investasi.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Cetak Laba Sebelum Pajak Naik 3,2% YoY Jadi Rp 2,2 Triliun di Kuartal I 2025
“Dengan kapabilitas layanan yang lengkap, baik secara digital maupun fisik, kami ingin terus menjadi mitra terbaik bagi nasabah bisnis maupun konsumer di Indonesia,” ujar Andiko, dalam keterangan pers, Sabtu (5/7/2025).
Selain menghadirkan layanan finansial yang lengkap, kata Andiko Manik, CIMB Niaga terus menjalankan praktik bisnis berkelanjutan sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Sementara itu, Corporate Communication Head CIMB Niaga, Hery Kurniawan menyatakan, hingga kuartal I 2025, hampir 25% dari total kredit CIMB Niaga atau setara Rp 56,6 triliun dialokasikan untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga
“Melalui implementasi sustainability, kami terus berusaha membangun bisnis berkelanjutan dengan melakukan sinergi antara aspek lingkungan hidup, ekonomi, sosial, dan tata kelola ke dalam proses perbankan,” kata dia.
Hery menjelaskan, berbagai inisiatif yang dilakukan, termasuk di Purwokerto, turut berkontribusi pada kinerja CIMB Niaga secara keseluruhan. Pada kuartal I-2025, bank berkode saham BNGA ini mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 2,2 triliun, tumbuh 3,2% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun kredit yang disalurkan mencapai Rp 230,1 triliun, naik 8,7% (yoy). Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 254,2 triliun. Rasio dana murah atau current account and saving account (CASA) juga terjaga di angka 67,4%, mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.

