Diversifikasi Rantai Pasok Global, Citi Lakukan Langkah Ini
JAKARTA, investortrust.id - Citibank melalui Citi Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) dalam laporan terbarunya yang bertajuk "Pembiayaan Rantai Pasok" menyoroti lanskap global yang terus berkembang dengan inovasi teknologi yang transformasional dan pergeseran geopolitik.
Sebagai salah satu bank skala global, Citi menekankan perlu adanya peningkatan ketahanan dalam rantai pasok dunia.
Pasalnya, di tengah inovasi teknologi yang transformatif, peningkatan ketahanan tidak dapat dipungkiri. Hampir setiap negara dan perusahaan berfokus pada keamanan, baik dari aspek pangan, air, energi, siber, keuangan, maupun operasional.
Oleh karena itu, banyak perusahaan atau negara melakukan konfigurasi ulang rantai pasok untuk memenuhi permintaan pelanggan atau pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga
Ikut Atasi Masalah Tunawisma, Citi Gelontorkan Dana Rp 390 Miliar
CEO Citibank, N.A., Indonesia, Batara Sianturi mengungkapkan, era baru diversifikasi akan berkembang untuk memenuhi tuntutan baru, seiring sistem lama yang akan terus terdisrupsi.
Namun, kata Batara, perubahan ini tidak akan terjadi secara instan. Terutama pada rantai pasok dan hubungan perdagangan yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dibangun.
“Seiring dengan perubahan lanskap global, Citi terus menggunakan keahlian kami untuk mendukung klien dalam mengatasi tantangan global, mendukung kebutuhan lintas batas, dan mengarungi era baru diversifikasi untuk memastikan masa depan yang tangguh dan terkoneksi,” ujar Bantara dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga
Radana Finance (HDFA) Raih Fasilitas Kredit Rp 200 Miliar dari Bank Mandiri
Di Indonesia sendiri, Citi memberikan fasilitas Pembiayaan Rantai Pasok Berkelanjutan atau Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dan Henkel. Program ini menunjukkan keterlibatan aktif Citi dalam mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi sirkular.
Sementara itu, perusahaan kimia ternama dari Jerman, Henkel, menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan program Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutannya, serta mendukung pemasok dengan memberikan insentif untuk pembiayaan rantai pasokan.
Adapun, melalui Program Sustainable Supply Chain Finance (SSCF) dengan CocaCola Europacific Partners Indonesia, Citi memberikan pembiayaan kepada pemasok klien sejak tanggal penerimaan barang/penyediaan layanan tertentu hingga tanggal jatuh tempo pembayaran kepada pemasok tersebut.

