Warung Marhumah, dari Etalase Sembako ke Layanan Keuangan Digital
JAKARTA, investortrust.id - Di sudut Jalan Bulaksere No. 67, Kalideres, Jakarta Barat berdiri sebuah warung sederhana yang juga berfungsi sebagai Agen BRILink. Di balik meja kayu dan deretan rak minuman, Saadi pemilik Warung Marhumah melayani pelanggan yang datang bukan hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk transaksi keuangan digital.
Ia memulai usahanya pada tahun 2017. Namun saat itu, permintaan masyarakat akan layanan keuangan ternyata tinggi. Banyak yang menanyakan apakah ia bisa membantu layanan transfer dan juga pembayaran jasa keuangan. Gayung bersambut, kebetulan ia memiliki sepupu yang sudah lebih dahulu menjadi AgenBRILink di Bambu Larangan, Kalideres.
Dengan memenuhi syarat yang diminta, akhirnya pada tahun 2018 ia resmi menjadi AgenBRILink. Saadi hingga kini menjadi tumpuan masyarakat sekitar untuk kebutuhan transfer uang, isi pulsa, dan layanan digital lainnya.
“Awalnya cuma warung, belum ada transaksi BRILink. Tapi karena banyak permintaan, akhirnya saya tambahkan layanannya,” ujarnya kepada Investortrust.id, Jumat (26/4/2025).
Sebagai Agen BRILink, menurutnya transaksi terbanyak yang dilakukan adalah transfer ke aplikasi. Kemudian transfer ke rekening bank dan jasa lainnya.
Saadi juga menangani pencairan bantuan sosial dari Pemerintah. Tak ada kendala berarti dari sisi teknis, seperti sinyal atau aplikasi. Semua berjalan lancar, dan keberadaan layanan BRILink ini menjadi tambahan penghasilan yang signifikan bagi Saadi dan keluarganya.
Baca Juga
Dengan menjadi AgenBRILink, ia mengaku bisa mendapatkan tambahan pemasukan yang lumayan. Per bulan rata-rata omzetnya bisa Rp 16 juta diluar dari bisnis warungnya. Bisnis warungnya juga memiliki omzet yang menurutnya lumayan karena ada layanan QR Code Indonesia Standard(QRIS), bahkan mesin Electronic Data Capture (EDC).
“Tapi dulu lebih ramai. Waktu pabrik-pabrik di sekitar sini masih beroperasi penuh, transaksi bisa sampai Rp 50 juta per bulan. Tapi sejak banyak pabrik seperti garmen, besi, dan sepatu mengurangi jumlah karyawan dan ada juga yang bangkrut, pendapatan menurun hingga Rp 16 jutaan per bulan,” ucap pria kelahiran Jakarta, 15 November 1984 tersebut.
Baginya, menjadi Agen BRILink bukan sekadar bisnis, tapi juga bentuk pelayanan kepada tetangga sekitar. Hal itu diakui Juwita, warga Bulaksere yang merupakan pelanggan setia Warung Marhumah. “Saya kalau belanja kebutuhan-kebutuhan rumah tangga kesini dulu, untuk bayar listrik, transfer ke bapak di kampung juga disini karena mudah dan sudah kenal lama juga,” katanya.
Potensi
Petugas Penunjang Bisnis Keagenan BRI Cabang Daan Mogot atau Petugas Agen Brilink Safika Ardina mengatakan, untuk permintaan menjadi AgenBRILink di wilayah Kalideres masih lumayan banyak. Selain itu, potensinya juga masih banyak besar untuk digali.
“Khususnya wilayah lingkup Kalideres mungkin contoh di daerah Kamal, Terminal Kalideres, Tegal Alur dan sekitarnya karena potensinya itu yang wilayah industri, banyak pabrik jadi karyawannya pasti banyak, dan beberapa cukup padat penduduk,” ujarnya kepada Investortrust.
Ditambah, kata Safika, di wilayah tersebut rata-rata jaraknya masih cukup jauh dari ATM ataupun BRI terdekat. Jadi dengan adanya AgenBRILink pasti membantu masyarakat supaya tidak perlu jauh-jauh buat bayar tagihan, transfer ataupun tarik tunai dan transaksi lainnya.
“Walaupun potensi dan permintaannya masih banyak. Tetap dari kami dan saya sebagai petugas harus lebih selektif dalam memproses pengajuan AgenBRILink. Salah satunya lokasi antar agen satu sama lain yang harus memiliki jarak yang cukup dan tidak boleh berdekatan untuk menjaga harga pasar,” ujarnya.
Baca Juga
Hingga akhir Maret 2025 jumlah AgenBRILink telah mencapai 1,2 juta agen. Keberadaan program ini memberikan dampak yang nyata, mulai dari membuka akses layanan perbankan bagi masyarakat di daerah terpencil hingga meningkatkan literasi keuangan di berbagai pelosok Tanah Air.
Tercatat, sepanjang triwulan I 2025 AgenBRILink berhasil membukukan volume transaksi sebesar Rp 423 triliun. Jumlah AgenBRILink juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan atau tumbuh sebesar 49,48% secara tahunan, dari 796.836 agen pada Maret 2024 menjadi 1,2 juta agen pada akhir Maret 2025. Dengan pertumbuhan tersebut, jaringan AgenBRILink kini telah melayani lebih dari 67 ribu desa dan menjangkau lebih dari 88% wilayah Indonesia.
Tidak hanya sekadar memperluas jangkauan, AgenBRILink juga menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan harian masyarakat. Mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan.
Selain itu, tersedia pula layanan referral untuk pembukaan rekening tabungan dan pinjaman, layanan asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, serta pembelian tiket perjalanan seperti bus, shuttle, dan kapal feri.

