Produksi Feronikel Trimegah Bangun Persada Naik 33% Jadi 120.000 Ton Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk, tahun ini, memproduksi feronikel sebanyak 90.000 ton dan akan naik 33% menjadi 120.000 ton tahun depan. Feronikel ini merupakan bahan baku stainless steel. Sedangkan produksi bahan baku baterai berupa mixed hydroxide precipitate (MHP) sebanyak 55.000 ton per tahun, yang seluruhnya diekspor.
Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) Roy Arman Arfandy mengatakan, perusahaan memiliki pertambangan dan smelter nikel terintegrasi di Pulau Obi, Maluku Utara, yang menghasilkan dua jenis produk nikel. “Untuk saprolite nickel (bijih nikel kadar tinggi di atas 1,5%), kami proses menjadi feronikel, yang kemudian akan diproses lebih lanjut menjadi stainless steel. Sementara untuk limonite nickel (jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5%), diproses menjadi bahan baku untuk pembuatan baterai mobil listrik, yaitu MHP dan kemudian produk turunannya menjadi seperti nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang prosesnya dilakukan di Pulau Obi,” katanya dalam seminar bertema “Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik” yang diselenggarakan Investortrust, di Jakarta, Selasa (29/08/2023).
Investasi yang dibenamkan emiten pertambangan nikel terintegrasi ini untuk mengolah dua jenis nikel saprolit dan limonit itu sekitar Rp 32,8 triliun. Investasi ini ke depan masih akan bertambah.
Baca Juga
Roy: Harita Terus Ekspansi, akan Bangun Pabrik Stainless Steel
“Kapasitas produksi bahan baku baterai mobil listrik MPH kami sudah digunakan untuk memproduksi sebanyak 55.000 ton per tahun, yang semuanya diekspor, karena pabrik prekursor di Indonesia belum ada. Sedangkan untuk pabrik bahan baku feronikel, kami punya kapasitas produksi tahun ini sebanyak 120.000 ton tahun, dengan produksi tahun ini sekitar 90.000 ribu ton dan tahun depan naik bertahap menjadi 120.000 ton,” katanya.

