Kementerian P2MI Proyeksikan Remitansi Indonesia Capai Rp 433 Triliun di Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memproyeksikan penerimaan remitansi atau remiten yang dikirimkan oleh pekerja migran Indonesia (PMI) ke Indonesia akan mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2025.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengungkapkan, pemerintah menargetkan bisa menempatkan hingga 425.000 pekerja migran pada tahun ini. Menurut Abdul, jika target ini tercapai, maka proyeksi penerimaan remitansi diperkirakan menembus angka Rp 433,6 triliun.
"InsyaAllah itu akan ada sekitar Rp 433,6 triliun (dari 425.000 PMI) kalau bisa seperti itu. Tapi kalau dia tetap di angka, misalnya hanya 350.000 naik sedikit lah, naik sekitar Rp 300 triliun," ujar Abdul saat ditemui usai hadir dalam acara Edukasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam rangka Perayaan Hari Kartini bertajuk "Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial Menyongsong Masa Depan Sejahtera" di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/4/2025).
Di sisi lain, Abdul menjelaskan bahwa devisa dari remitansi yang sudah masuk mencapai Rp 253,3 triliun sepanjang tahun 2024. Menurut Abdul, kontribusi terbesar berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Jawa Timur, disusul oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kalau data yang ada, devisa yang sudah masuk 2024 itu Rp 253,3 triliun. Dan daerah-daerah penyumbang terbanyak itu dari daerah Jawa Timur, karena mereka pekerja migran paling besar di sana,” ungkap Abdul.
Sementara itu, Malaysia, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong masih menjadi tujuan utama atau paling banyak banyak memberikan sumbangan remitansi. Adul menambahkan, remitansi dari pekerja migran tidak hanya berperan besar dalam mendongkrak devisa negara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga penerima di daerah, serta menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di sektor informal dan pedesaan.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, para PMI yang dikirim secara legal oleh pemerintah merupakan SDM yang siap bekerja. Adapun rentang pendidikan yang disalurkan pemerintah berada di tingkat SMA/SMK hingga sarjana.
"Jadi ini luar biasa untuk tenaga kerja kita, yang khususnya nurse-nurse itu yang sangat dibutuhkan di Jepang. Kemudian yang kedua, yang dibutuhkan lagi apa? Anak-anak muda dengan kemampuan teknologi. Dan ternyata di Indonesia ini kan kita young population. Kita punya bonus dari demografi, ini kita lihat semua muda-muda semua. Dan kemampuan teknologi mereka itu luar biasa," kata Destry dalam sambutannya di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan.
Lebih lanjut, Destry menyebut, penerimaan negara dari PMI terus mengalami pertumbuhan. Sementara tenaga kerja asing (TKA) terus mengalami penurunan jumlah.
"Kalian adalah pejuang devisa. Dan kalau kita lihat di sini, penerimaan dari PMI kita, pekerja imigran Indonesia itu yang hijau. Terus trennya mengalami peningkatan," ucap Destry.

